Kompetensi Pedagogik dan Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa

  • Retnaningsih Retnaningsih Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Ni'mah Afifah Universitas Alma Ata Yogyakarta
Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Hasil Belajar

Abstrak

Setiap tenaga pengajar atau guru seharusnya memiliki sikap dedukatif yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari baik ketika berada dalam lingkungan sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat. Selain itu tenaga pengajar juga harus memiliki komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja. Guru selalu berusaha dan berkeinginan untuk memperbaiki serta memperbaharui model atau cara kerjanya sesuai tuntutan zaman (continous improvement), yang didasari oleh kesadaran yang tinggi bahwa tugas mendidik adalah tugas yang menyiapkan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sehubungan hal tersebut, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa “kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional”. Keempat kompetensi tersebut merupakan syarat yang harusdimiliki oleh tenaga pengajar.Salah satu kompetensi yang cukup urgen dalam menentukan profesionalitas pelaksanaan tugas guru adalah Kompetensi Pedagogik. Kompetensi ini mengharuskan guru menguasai sejumlah pengetahuan tentang cara belajar dan mengajar yang efektif dan mampu mengembangkan kurikulum, mengembangkan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan pembelajaran yang efektif dengan penguasaan metode dan materi serta memahami situasi di dalam dan di luar kelas. Pernyataan yang sama menyatakan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kompetensi profesional mengajar guru yang meliputi: kemampuan merencanakan sistem pembelajaran, kemampuan melaksanakan sistem pembelajaran, dan Kemampuan mengevaluasi sistem pembelajaran, serta kemampuan mengembangkan sistem pembelajaran. Begitu pentingnya kompetensi pedagogik untuk diterapkan dengan benar dan bertanggung jawab, karena kompetensi ini memuat seperangkat pengetahuan dan perilaku.Pengetahuan dan perilaku tersebut diwujudkan dalam bentuk keterampilan menguasai teknik dan cara mengajar yang baik yang didasarkan pada wawasan serta landasan kependidikan. Dari akumulasi kompetensi pedagogik tersebut, substansinya adalah memuat tugas dan tanggung jawab guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) yang berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan pemberi inspirasi kepada peserta didik. Sehingga yang menjadi sasaran utama perhatian guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah pemberdayaan segala potensi yang dimiliki peserta didik secara komperhensif.

Downloads

Download data is not yet available.

Referensi

al-Ragibal-Asfahaniy, Mu’jam Mufradat li Alfaz al-Qur’an. Beirut: Dār al-Qalam,
1992.
Binadja, A. 2000. Pembelajaran Biologi dan Evaluasinya dalam Konteks SALINGTEMAS. Makalah Seminar Lokakarya, diselenggarakan oleh PGBS Depdiknas Jateng, RESCAM dan MGMP Biologi Eks Karesidenan Surakarta, 31 Maret 2001.
Danni, Ronnie, Seni Mengajar dengan Hati; Don’t be A Teacher Unless You Have Love to ShareJakarta : Glex Media Komputindo, 2005
Departemen Agama Republik Indonesia, Undang-undang R. Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS serta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Depag RI, 2007.
Enggan, Paul D. and Donald P. Kauchak. 1984. Strategy for Teaching. New Jersey: Prantice Hall
Enseklopedi Nasional Indonesia, Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1990.
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007
Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung : Remaja Rosda Karya, 2008.
Hamzah, Uno, Perencanaan Pembelajaran, Jakarta : Bumi Aksara, 2007
Hamzah.Uno, Profesi Kependidikan Problema Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Khanif Maksum, Jurnal Literasi, Konsep Keguruan MI, (Dosen PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Agama Alma Ata Yogyakarta, 2013
HansWehr, A Dictionary of Modern Written Arabic. Beirut: Macdonald and Evans, 1979.
Hendro Darmodjo, Pendidikan IPA, Jakarta Depdikbud, 1993
Littrell, From School to Work, Illinois: The Goodheart Willcox Company, 1984.
Nono Sutarno, Materi dan Pembelajaran IPA SD, Jakarta: Universitas Terbuka, Cet. Ke-7, 2006
Saptono, S. 1987. Strategi Belajar Mengajar IPA. UNNES Press. Semarang.
Sarwana, Kompetensi Paedagogik guru Dalam Pembelajaran PAI di SMK Hasanuddin Semarang, Tesis ,Yogyakarta:PPS UIN S. Kalijaga, 2006.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rinneka Cipta, 2003
Rahman Getteng, Pendidikan Islam dalam Pembangunan Moral, Remaja, Wanita dan Pembangunan.Ujung Pandang: Al-Ahkam, 1997.
Rokhman, Kompetensi Guru dan Pengaruhnya Terhadap Pembelajaran SMAN Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, Tesis, Yogyakarta : PPS UIN Sunan Kalijaga, 2009.
Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Ed. II ,Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005.
Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an; Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat (Bandung:Mizan, 2007).
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya, 2003
Lexy. J., Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jakarta: UGM Press, 1980.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka, 2005.
Wardani, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Diterbitkan
2019-09-30
Bentuk Sitasi
Retnaningsih, Retnaningsih, and Ni’mah Afifah. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 6, no. 2 (September 30, 2019): 231-258. Accessed December 6, 2021. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/512.
Section
Articles