Hubungan Antara Kemampuan Siswa dalam Berorganisasi dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar PKn Materi Pemilihan Pengurus Organisasi Sekolah pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Gugus IV Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor

  • Marsono Marsono Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Arrahmaniyah Depok
Kata kunci: Kemampuan Siswa Dalam Berorganisasi, Motivasi Belajar, Hasil Belajar PKn

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan siswa dalam berorganisasi dan motivasi belajar dengan hasil belajar PKN. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasional, yaitu jenis penelitian yang berupaya untuk mengemukakan ada tidaknya hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel penelitian terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas adalah kemampuan siswa dalam berorganisasi (X1) dan motivasi belajar (X2), sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar PKn siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan siswa dalam berorganisasi  mencapai sekitar 82,30%, sedangkan sisanya sebesar 17,70% ; (2) Hasil belajar PKn  yang mampu dijelaskan oleh Motivasi belajar mencapai sekitar 85,30% ; (3) Kemampuan siswa dalam berorganisasi dan Motivasi belajar mencapai sekitar 85,90%.

Downloads

Download data is not yet available.

Referensi

Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Anoraga, Pandji & Suyati, Sri. 2005. Perilaku Keorganisasian. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Arikunto, Suharsimi. 2003. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.
Bigge, Morris L. 2002. Learning Theories for Teachers. New York: Harper and Row.
Depdikbud Dirjen Pendasmen. 1996. Petunjuk Pelaksanaan Organisasi Siswa Intra Sekolah. Jakarta: Depdikbud.
Durden, William G. “Rediscovering Self-Relience in Education: The Optimal Match”. Phi DeltaKappa, v 77, November 2005.
Felder, Richard. 2006. Navigating the Bumpy Road to Student-Cenrtered Instruction. College teaching v 44 Spring)
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
House, Daniel J. “Relationship between Learner Attitude, Prior Achievement, and Performance in a General Education Course”. Interntional Journal of Instructional Media v 23 no 3, 2006.
Makmun, Abin Syamsuddin. 2001. Psikologi Kependidikan. Bandung: Rosdakarya.
McCombs, Barbara L. “Understanding the Keys to Motivation to Learn”. Internet, Kid Source Online, h. 1, diakses tanggal 12 Januari 2016.
McCombs, Barbara L. Understanding the Keys to Motivation to Learn. http://www.mcrel.orq/barbaran.asp, Internet, diakses tanggal 12 Januari 2016.
McDonald, Frederick. 2001. Educational Psychology (Becaming an Educator). Boston: Houghton Mifflin Company.
Muhyadi. 2005. Organisasi Teori, Struktur dan Proses. Jakarta: Depdiknas.
Prasetya, Joko T. dan Ahmad, Abu. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Purwanto, Ngalim. 2002. Psikologi Pendiidikan. Bandung: Rosdakarya.
Sudjana, Nana. 2008. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.
Sugiyono. 2009. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugono, Dendy. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Sukmaningsih, Indah. “Dunia Pendidikan Dipandang dari Sudut Perlindungan Konsumen”. http://www.hukum-unpas.net/site/ht, diakses tanggal 11 Januari 2016
Tim Eska Media. Edisi Lengkap UUD 1945 Hasil dan Proses Amandemen Pertama – Keempat. Jakarta: Eska Media, 2008.
Diterbitkan
2019-03-27
Bentuk Sitasi
Marsono, Marsono. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 6, no. 1 (March 27, 2019): 146-157. Accessed January 28, 2022. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/928.
Section
Articles