Sintesa Pesantren dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Jawa

  • Muhammad Muchlish Huda STAINU Madiun
  • Ririn Tri Puspita Ningrum STAINU Madiun
Kata kunci: Sintesa, Pesantren, Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam

Abstrak

Pesantren dan Pendidikan Tinggi dalam konteks ke-Indonesiaan adalah potret dua tradisi pendidikan yang sama sekali berbeda. Pendidikan Tinggi merupakan gejala masyarakat kota sementara pesantren merupakan gejala masyarakat desa. Pendidikan Tinggi adalah gambaran mengenai tradisi baru yang formal modern, sementara pesantren adalah gambaran mengenai tradisi lama yang nonformal-konservatik. Pendidikan tinggi adalah blue print dari pendidikan yang liberal dan segala hal ihwal mengenai kemoderenan, sementara pesantren, identik dengan sikap konservatif dan sisi tradisionalisme nya. Terlepas dari itu semua, agaknya fenomena Pesantren yang memiliki lembaga Pendidikan Tinggi menarik untuk dicermati. Pertemuan dan kontak antara dua komunitas atau institusi yang berbeda seperti yang terjadi pada Pesantren Tebuireng Jombang yang berkontak dengan sistem pendidikan Formal dalam kerangka ilmu sosial akan melahirkan educational relationship yang menarik. Masalah utama yang menjadi pokok bahasan dalam ulasan ini adalah Pesantren dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif naturalistik. Melalui pendekatan kualitatif nautralistik ini, diharapkan dapat menampakkan dan memunculkan fakta-fakta empiris mengenai realitas sosial yang berlangsung di lapangan dengan tetap menampilkan banyak cerita yang idiosinkretis namun sebenarnya sangat penting untuk disimak dan dipertimbangkan. Pola kontak atau relasi yang terjadi antara dua lembaga tersebut bersifat asosiatif-integratif dan tergambarkan ke dalam tiga hal. Pertama, dari aspek kepemimpinan Pesantren Tebuireng Jombang. Kedua aspek integrasi kurikulum yang berlangsung di Pesantren Tebuireng dan Unhasy Jombang. Ketiga secara kelembagaan, relasi yang terbangun antara pesantren Tebuireng Jombang dengan Unhasy Jombang di satu sisi melahirkan corak kemoderenan dan kemutakhiran di pesantren Tebuireng itu sendiri sehingga jauh dari gambaran pesantren yang konvensional, kolot dan mengalami kemandegan berfikir.

Referensi

Departemen Agama RI. 2003. Pola Pengembangan Pondok Pesantren. Jakarta: Ditjen Kelembagaan Agama Islam.
Abdalla, Ulil Abshar. 1999. Humanisasi Kitab Kuning: Refleksi dan Kritik atas Tradisi Intelektual Pesantren, dalam Marzuki Wahid, dkk (Ed), Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Bandung: Pustaka Hidayah.
Abdullah, Irwan. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Anwar, Ali. 2011. Pembaruan Pendidikan di Pesantren Lirboyo Kediri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Assegaf. 2005. Politik Pendidikan Nasional: Pergeseran Kebijakan Pendidikan Agama Islam dari Proklamasi ke Reformasi. Yogyakarta: Kurnia Kalam.
Atjeh, Abu Bakar. 1957. Sejarah Hidup KH. A. Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar. Jakarta: Panitia Peringatan Almarhum KH. A. Wahid Hasyim.
Azra, Azyumardi. Dkk. 1999. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Azizy, A. Qodri. 2000. Mengembangkan Struktur Kefakultasan IAIN, dalam Kamaruddin Hidayat dan Hendro Prasetyo (Ed) Problem dan prpspek IAIN Antologi Pendidikan Tinggi Islam. Jakarta: Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Daulay, Haidar Putra. 2001. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Djaelani, Abdul Qodir. 1994. Peran Ulama dan Santri dalam Perjuangan Politik Islam di Indonesia. Surabaya: PT Bina Ilmu.
Geertz, Clifford. 1981. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Terj. Aswab Mahasin. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
Kafrawi. 1978. Pembaharuan Sistim Pendidikan Pondok Pesantren Sebagai Usaha Peningkatan Prestasi Kerja dan Pembinaan Kesatuan Bangsa. Jakarta: Cemara Indah.
Mastuhu. 1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, Suatu Kajiang Tentang Unsur dan Nilai Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.
Meuleman, Johan Hendrik. 2005. Institut Agama Islam Negeri at the Crossroads. Ed. Johan Meuleman. London: RoutledgeCurzon.
Mudzhar, M. Atho. 2000. Kedudukan IAIN sebagai Perguruan Tinggi dalam Kamaruddin Hidayat dan Hendro Prasetyo (Ed) Problem dan prpspek IAIN Antologi Pendidikan Tinggi Islam. Jakarta: Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Nasr, Seyyed Hossein. 1987. Traditional Islam in the Modern World. London: KPI.
Noer, Deliar. 1995. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
Salim, Agus. 2007. Perubahan Sosial, Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Shihab, Ali. 2001. Islam Sufistik. Bandung: Mizan.
Soekanto, Soerjono. 1993. Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Steenbrink, Karel A. 1984. Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.
Wahid, Abdurrahman. 1978. Bunga Rampai Pesantren. Jakarta: Dharma Bhakti.
Yunus, Mahmud. 1977. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Mutiara.
Zuhairini dkk. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara bekerjasama dengan Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Diterbitkan
2018-02-26
Bentuk Sitasi
Huda, M., & Ningrum, R. T. (2018, February 26). Sintesa Pesantren dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Jawa. PROCEEDING: The 3rd Annual International Conference on Islamic Education, 3(1), 165-183. Retrieved from http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/proceeding2018/article/view/266
Section
Artikel