Pengaruh Kegiatan Meronce pada Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di RA Miftahul Ulum I Karangpoh Kluwut Wonorejo Pasuruan Tahun Ajaran 2018-2019

  • Umi Hanik Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
  • Luluk Rochanah STITNU Al Hikmah Mojokerto

Abstrak

penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak melalui kegiatan Meronce. Dari hasil observasi fisik motorik halus anak di RA.Miftahul Ulum I Karangpoh, kluwut, wonorejo, Pasuruan belum berkembang dengan baik. Metode kualitatif adalh metode yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah Anak kelompok A RA Miftahul Ulum I Karangpoh, kluwut, wonorejo, Pasuruan yang berjumlah 25 anak . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Alat yang digunakan adalah lembar instrumen observasi.Teknik Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama pengumpulan data berlangsung dan berakhir hingga data yang dicari mencapai titik jenuh dan menemukan yang sesungguhnya dicari.

Hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peneliti, menyimpulkan bahwa” metode meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di RA Miftahul Ulum I Karangpoh, kluwut, Wonorejo, Pasuruan. Hal ini dapat dilihat dari Adanya peningkatan kemampuan motorik halus peserta didik, yang mana pada  penelitian awal  anak masih belum bisa meronce secara mandiri anak masih kebingungan memasukkan benang kedalam manic-manik atau sedotan. Setelah diadakan penelitian anak-anak sudah bisa meronce tanpa bantuan guru dan sangat antusias saat melakukan kegiatan meronce.hal ini sesuai dengan harapan guru dan peneliti.

Referensi

Aries Susanti Kurniawaty. (2011). Tahap Meronce. Jakarta: Dit PADU, Direktorat Jenderal PLSP, Departemen Pendidikan Nasional, Sekolah Al- Falah The Creative Center for Childhood Research and Training, Inc
Az Zahra, Rusmalia (2009). Peningkatan Kesiapan Menulis Anak TKMelalui Bermain Raba Rasa (tactileplay). Bandung, skripsi UPI.
Darmastuti Tanti. (2013). Meningkatkan Motorik Halus Anak Dalam Kegiatan Meronce Dengan Manik-Manik Melalui Metode Demonstrasi Pada Anak. Diakses dari http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paud- teratai/article/view/644
Gunawan.Imam (2013) Metode penelitian kualitatif.Google Cendikia URL. http://scholar.google.co.id/scholar?hl-id
Hurlock Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.
Kasihani Kasbolah. (1998). Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Departemen Pendidikan Kebudayaan
Lolita Indraswari. 2012. Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Mozaik Di Taman Kanak-kanak Pembina Agam. Diakses dari http://ejournal.unp.ac.id/index.php/paud/article/view/1633.
Maimunah Hasan. (2009). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: DIVA Press.
Rochanah, Luluk. (2015) Pengembangan permainan gelas berangka warna warni pada kemampuan fisik motorik dan perkembangan kognitif anak usia dini. Google Cendikia URL http://scholar.google.co.id/citations?hl=id
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta, Bandung
Suharsimi Arikunto. (1992). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: Rineka Cipta.
Sumantri MS. (2005). Model Pengembangan Ketrampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Sofia Hartati. (2005). Perkembangan Belajar pada Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Yuliani Nurani Sujiono. (2011). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks
Diterbitkan
2019-04-04
Bentuk Sitasi
Hanik, U., & Rochanah, L. (2019, April 4). Pengaruh Kegiatan Meronce pada Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di RA Miftahul Ulum I Karangpoh Kluwut Wonorejo Pasuruan Tahun Ajaran 2018-2019. PROCEEDING: The Annual International Conference on Islamic Education, 4(1), 296-303. Retrieved from http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/proceedings/article/view/397
Section
Artikel