Penerapan Metode Bercerita dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak

  • Leli Fertiliana Dea Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIM-NU) Metro Lampung
  • Maragustam Siregar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Agus Setiawan Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIM-NU) Metro Lampung
  • Tabi’in Tabi’in Institut Agama Islam Negeri Pekalongan
Kata kunci: Metode Bercerita, Sosial, Emosional

Abstrak

Sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan anak usia dini yang senantiasa harus dikembangkan agar mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti baik dalam kehidupan bermasyarakatnya. Pentingnya sosial emosional ini harus ditanamkan sejak usia dini, agar kelak dewasanya anak-anak akan tumbuh menjadi orang yang budi pekertinya baik, jujur dalam ucapannya dan senantiasa senang untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Di sinilah peranan seorang guru pendidikan taman kanak-kanak sangat diharapkan, seorang guru hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan sosial emosional anak sejak usia dini yang disesuaikan dengan karakteristik anak, seperti melalui penggunaan metode bercerita sebagai salah satu metode yang banyak disukai anak apabila dapat diterapkan dengan baik.Penelitian dilakukan di RA Ma’ari NU Metro. Adapun rumusan masalah yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penerapan metode bercerita dalam mengembangkan sosial emosional anak di RA Ma’ari NU Metroâ€. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik, sedangkan objek penelitiannya adalah penerapan metode bercerita dalam mengembangkan sosial emosional anak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif yaitu penulis mendeskripsikan atau memaparkan hasil temuan secara sistematis dan akurat dengan menggunakan rangkaian kata-kata atau kalimat sehingga dapat dipahami. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan metode bercerita yang baik dan benar sesuai dengan langkah-langkah yang tepat, maka perkembangan sosial emosional peserta didikpun dapat berkembang dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkembangan sosial emosional peserta didik, di mana sebanyak 12 peserta didik dari jumlah peserta didik sebanyak 15 orang anak telah mencapai indikator perkembangan berkembang sangat baik, dan 3 orang peserta didik mencapai perkembangan mulai berkembang dan sudah tidak ada  peserta didik yang belum berkembang kemampuan sosial emosionalnya.

Referensi

Aqib, Zainal. Belajar dan Pembelajaran di Taman Kanak-kanak. (Bandung: Yrama Widya. 2009)
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Praktik. (Jakarta: Aksara. 2006)
Emzir. Metode Penelitian Kualitatif. (Jakarta: Rajawali Pres. 2011)
Gunarsa, Singgih D.. Psikologi Untuk Keluarga. (Jakarta: Gunung Mulya. 2004)
Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. (Jakarta: Rineka Cipta. 2004)
Mashar, Riana. Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembangannya. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2011)
Mashar, Riana. Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembangannya. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2011)
Musbikin, Imam. Buku Pintar PAUD. (Yogyakarta: Laksana. 2010)
Puspasari, Amaryllia. Emotional Intelligent Parenting. (Jakarta : Elex Media Komputindo. 2003)
Sugiono. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. dan R & D. (Bandung: Alfabeta. 2010)
Diterbitkan
2022-07-30
Bentuk Sitasi
Dea, L., Siregar, M., Setiawan, A., & Tabi’inT. (2022, July 30). Penerapan Metode Bercerita dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 8(2), 180-186. https://doi.org/https://doi.org/10.29062/seling.v8i2.1231
Section
Articles