Review Buku  ‘Major Themes of the Quran’  oleh Fazlur Rahman dan Teori Double Movement

Authors

  • Purwanto Purwanto

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v12i4.3096

Keywords:

Major Themes Of The Quran, Hermeneutika double movement, sintesis logis

Abstract

Para mufasir terus mendialogkan teks al-Quran dengan problem sosial yang terus berkembang menjadi salah satu latar belakang munculnya tafsir kontemporer. Semangat reinterpretasi ini dibuktikan dengan munculnya beberapa pendekatan tafsir al-Quran mulai dari tafsir global (ijmali), tafsir analitik (tahlili), tafsir perbandingan (muqaran), hingga tafsir tematik (maudhu’i). Beberapa contoh mufasir kontemporer adalah Nasr Hamid Abu Zaid dengan semiotika al-Qur’annya, Muhammad Syahrur dengan teori  hudud-nya, dan Fazlur Rahman dengan metode sosio-historis dengan pendekatan hermeneutika gerakan ganda (double movement), dan sintesis logisnya (maudhu’i). Peneliti tertarik untuk membahas metodologi tafsir Fazlur Rahman dalam bukunya “Major Themes of The Quran” dengan alasan, metodologi yang digunakan dalam buku tersebut masih terkesan baru, walaupun terdapat kemiripan dengan tafsir tematik klasik. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, Buku ‘Major Themes of The Quran’ memuat enam tema yang kesemuanya ditata secara sistematis. Keenam tema tersebut adalah tema tentang Tuhan, manusia sebagai individu, manusia sebagai anggota masyarakat, alam semesta, kenabian dan wahyu, eskatologi, setan dan kejahatan serta lahirnya masyarakat muslim. Pada akhir buku tersebut juga terdapat apendiks tentang situasi religius yang dihadapi oleh masyarakat muslim di mekkah, kaum ahli kitab, dan mengenai keanekaragamaman “agama-agama”. Dengan pendekatan tematik, Rahman berpendapat bahwa al-Quran hendaknya dibiarkan “berbicara” mengenai apa yang dikandungnya sehingga hal tersebut dapat mengurangi subjektifitas penafsir. Kedua, konsep hermeneutika Al-Qur’an yang dibangun oleh Fazlur Rahman merupakan pengembangan dari konsep Islam yang sudah ada sebelumnya, seperti asbâb an-nuzûl, Qiyâs, illat al-hukm, tafsîr sistematis , ‘Amm dan Khâshsh. Hanya saja, konsep-konsep ini oleh Fazlur Rahman diberi muatan makna yang baru, sehingga konsep tersebut memiliki makna yang lebih luas dan kontekstual. Ketiga, prinsip penafsiran  Fazlur Rahman adalah prinsip diferensiasi, prinsip holistik dan menolak atomisasi, prinsip kontekstualisasi penafsiran, prinsip sunnah nabi sebagai metode ijtihad, prinsip objektivitas penafsiran, prinsip deotonomisasi teks, dan prinsip sinonimitas. Keempat, tiga metode penafsiran yang ditawarkan Fazlur Rahman, yaitu sintesis-logis, sosio-historis, dengan pendekatan hermeneutika double movement (gerakan ganda). Sedangkan pada buku Major Themes of The Quran, digunakan metode Sintesis-Logis. Kelima, metode penafsiran gerakan ganda (double movement) berisi model penafsiran from the present situation to Quranic time, then back to the present. Bila gerakan pertama merupakan kerja ahli sejarah, maka gerakan yang kedua merupakan kerja ahli para saintis sosial, tetapi orientasi efektif dan rekayasa etis yang sebenarnya adalah kerja para ahli etika.

Downloads

Download data is not yet available.

References

I. Buku

Abd A’la, 2003. Dari Neomodernisme ke Islam Liberal: Jejak Fazlur Rahman dalam Wacana Islam di Indonesia. Jakarta: Paramadina.

Abdullah Saeed (ed.), 2005. Approaches to the Qur’an in Contemporary Indonesia. London: Oxford University Press and The Institute of Ismaili Studies.

______, 2006. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. Abingdon and New York: Routledge.

Adian Husaini, 2006. Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi. Jakarta: Gema Insani.

Amina Wadud, 1999. Qur’an and Women: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. New York & Oxford: Oxford University Press.

Daniel W. Brown, 1996. Rethinking Tradition in Modern Islamic Thought. Cambridge and New York: Cambridge University Press.

Fachry Ali dan Bahtiar Effendy, 1986. Merambah Jalan baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Bandung: Mizan.

Farid Esack, 2002. Qur’an, Liberation & Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity against Oppression. Oxford: Oneworld.

______, 2002. The Qur’an: A Short Introduction. Oxford: Oneworld.

Fazlur Rahman, 1982. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition, Chicago and London: The University of Chicago Press.

______, 1965. Islamic Methodology in History. Karachi: Central Institute of Islamic Research.

______, 1979. Islam, 2nd edition. Chicago and London: University of Chicago Press.

______, 1987. Metode dan Alternatif Neomodernisme Islam. Bandung: Mizan.

______, 1999. Major Themes of the Qur’an, 2nd edition. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.

______, 2000. Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism. Oxford: Oneworld.

Greg Barton, 1999. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid 1968-1980. Jakarta: Paramadina, Pustaka Antara, Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation.

Hans-Georg Gadamer, 2004. Truth and Method. London and New York: Continuum.

Josef Bleicher (ed.), 1980. Contemporary Hermeneutics: Hermeneutics as Method, Philosophy and, Critique. London and Boston: Routledge and Kegan Paul.

Komaruddin Hidayat, 1996. Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik. Jakarta: Paramadina.

Maryam Jameela, t.t. Islam dan Moderenisme: Kritik Terhadap Berbagai Usaha Sekularisasi Dunia Islam. Surabaya: Usaha Nasional.

Richard E. Palmer, 1969. Hermeneutics: Interpretation Theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Evanston: Northwestern University Press.

Suha Taji-Farouki (ed.), 2006. Modern Muslim Intellectuals and the Qur’an. London: Oxford University Press & The Institute of Ismaili Studies.

Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Islam and Secularism. Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia, 1978.

Taufik Adnan Amal, 1989. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. Bandung: Mizan.

Taufik Adnan Amal & Syamsu Rizal Panggabean, 1989. Tafsir Kontekstual Al-Quran: Sebuah Kerangka Konseptual. Bandung: Mizan.

Wan Mohd Nor Wan Daud, 2005. Falsafah dan Amalan Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas: Satu Huraian Konsep Asli Islamisasi. Kuala Lumpur: Penerbit Universiti Malaya.

II. Makalah

Abdullah Saeed, “Ijtihad and Innovation in Neo-Modernist Islamic Thought in Indonesia” dalam Islam and Christian-Muslim Relations, Vol. 8, No. 3, 1997.

Fazlur Rahman, “Some Islamic Issues in the Ayyub Khan Era” dalam Donald P. Little (ed.), Essays on Islamic Civilization (Presented to Niyazi Berkes). Leiden: E.J. Brill, 1976.

______, “Islam’s Origin and Ideals” dalam Nimat Hafez Barazangi et. al., 1996. Islamic Identity and the Struggle for Justice. Florida: University Press of Florida.

Hassan Hanafi, “Method of Thematic Interpretation of the Qur’an” dalam Stephan Wild (ed.), 1996. The Qur’an as Text. Leiden, New York and Koln: E.J. Brill.

Downloads

Published

23-12-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Review Buku  ‘Major Themes of the Quran’  Oleh Fazlur Rahman Dan Teori Double Movement”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 12, no. 4 (December 23, 2025): 437–484. Accessed March 23, 2026. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/3096.

Similar Articles

1-10 of 45

You may also start an advanced similarity search for this article.