Aqsâm Al-Qur`ân

Authors

  • Achmad Muchammad Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Keywords:

Aqsam, Al-Qur'an, Sighat

Abstract

Salah satu tema dalam ‘Ulûm al-Qur`ân ialah aqsâmal-Qur`ân yang berarti sumpah-sumpah Al-Qur`an. Sumpah-sumpah Al-Qur`an dapat dipahami paling tidak dengan dua pemahaman; pertama, redaksi kalimat sumpah yang terdapat dalam al-Qur`an, dan kedua, sumpah-sumpah Allah selaku Penutur kalam yang tertuang dalam kitab suci Al-Qur`an. Yang pertama mencakup sumpah siapa pun yang diugkap Al-Qur`an, misalnya sumpah yang diucapkan setan ketika diusir oleh Allah dari surga (QS. Al-A’râf/7: 16-17), sumpah orang-orang kafir yang tidak percaya adanya hari kebangkitan (QS. Al-Nahl/16: 38), dan sebagainya. Adapun sumpah kategori kedua hanya meliputi sumpah-sumpah yang berasal dari Allah dalam Al-Qur`an seperti dalam QS. Al-‘Ashr/103: 1-3, dan lainnya.

Selain jumlahnya yang cukup banyak, kalimat sumpah dalam kitab suci umat Islam tersebut juga mempunyai daya tarik tersendiri sehingga diperlukan pembahasan khusus dalam kajian ilmu-ilmu Al-Qur`an.Dari sini lahirlah sejumlah karya yang difokuskan untuk membedah sumpah dalam Al-Qur`an, seperti dilakukan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dan beberapa ulama lainnya.

Daya tarik dari sumpah Al-Qur`an yang dimaksud antara lain terdapat dalam tujuan sumpah itu sendiri. Jamak diketahui bahwa tujuan sebuah berita atau informasi dibubuhi dengan sumpah adalah untuk menguatkan kebenaran dari isi berita dan informasi tersebut. Lalu, apakah tujuan sumpah semacam ini juga sama dengan tujuan sumpah-sumpah Al-Qur`an, sebab: Bila sumpah Al-Qur`an ditujukan untuk kaum beriman niscaya tidak ada maknanya sebab tanpa sumpah pun mereka akan mempercayainya. Sedangkan jika diarahkan untuk pembaca non-mukmin atau kaum kafir tentu tak ada manfaatnya, bukankah sejak semula mereka telah ingkar? Atau barangkali ada maksud tertetu kenapa firman Tuhan tersebut dikuatkan dengan sumpah? Di sinilah salah satu alasan kenapa sumpah dalam Al-Qur`an urgen untuk dibicarakan.

Dalam makalah ini penulis mencoba mengurai sumpah-sumpah Al-Qur`an diawali dengan langkah pengenalan tentang makna sumpah secara kebahasaan dan keistilahan, lalu unsur-unsur dari suatu kalimat sehingga dapat disebut sumpah, ayat-ayat yang dibubuhi sumpah, sampai faedah sumpah dalam Al-Qur`an.

References

Al-Qur`an dan Terjemahnya.
Anwar, Rosihon.Ilmu Tafsir, Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Ali, Abdullah Yusuf.The Holy Quran: Text, Translation and Commentary, Maryland: Amana Corp, 2003.
Baidan, Nashruddin.Wawasan Baru Ilmu Tafsir, Cet. ke II, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
al-Bâqî, Muhammad Fu`âd ‘Abd.Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfâdh al-Qur`ân, Indonesia: Maktabah Dahlan, tth.
al-Baidlâwî, Nashîr al-Dîn Abî Sa’îd bin ‘Abdillâh bin ‘Umar bin Muhammad al-Syîrazî.Tafsîr al-Baidlâwî, Jilid 1, Beirût: Dâr al-Kutub, 2006.
Djalal HA, Abd. Ulumul Qur`an, Surabaya: Dunia Ilmu, 2013.
Echol, John M. dan Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, cetataka ke XVIII, Jakarta: Gramedia, 2003.
al-Hasanî, Muhammad bin Alawî al-Mâlikî.Al-Qawâ`id al-Asasiyah fî Al-Qur`ân, Malang: Hai`at al-Shafwat, tth.
………………. Zubdat al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur`ân, Jeddah: Dâr al-Syurûq, 1986.
al-Hilali, M. Taqiuddin dan Muhammad Muhsin Khan, The Noble Qur`an English Translation of The Meanings and Commentary, Madinah: King Fahd Glorius Qur`an Printing Complex, tth.
al-Ishfahânî, Abû al-Qâsim al-Husain bin Muhammad al-Râghib.Al-Mufradât fî Gharîb al-Qur`ân, Beirût: Dâr al-Ma’rifat, 2001.
Al-Jauziyyah, Syams al-Dîn Abî Abdillâh bin Qayyim.Al-Tibyân fî Aqsâm Al-Qur`ân, Beirût: Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah, 1982.
al-Jurjânî, ‘Alî bin Muhammad.Al-Ta’rifât, ttp: Al-Haramain, tth.
al-Kiswânî, Nashîr Shabrah.Nadhm al-Jumân fî ‘Ulûm al-Qur`ân, ‘Ammân: Dâr al-Fârûq, 2013.
Ma’bad, Muhammad Ahmad.Nafahât min ‘Ulûm al-Qur`ân, Kairo: Dâr al-Salâm, 2015.
al-Mahallî, Jalâl al-Dîn bin Muhammad bin Ahmad, dan Jalâl al-Dîn ‘Abd al-Rahmân bin Abî Bakar al-Suyûthî, Tafsîr al-Qur`ân al-Adzîm, Bagian 2, Surabaya: Dâr al-‘Ilm, tth.
al-Mâlikî, Ahmad bin Muhammad al-Shâwî al-Khalwatî.Hasyiyah al-Shâwî `ala Tafsîr al-Jalâlain, Jilid 2, Beirût: Dâr al-Kutub, 2010.
Muhammad,KH. Ahsin Sakho.Keberkahan Al-Qur`an:Memahami Tema-tema Penting Kehidupan dalam Terang Kitab Suci, ttp: QAF, 2017.
Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia, Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.
Mushtafa, KH. Bisyri.Al-Ibrîz li Ma’rifat Tafsîr al-Qur`ân al-‘Azîz, Kudus: Menara Kudus, tth.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta: Balai Pustaka, 2005.
al-Qattan, Manna’ Khalil.Studi Ilmu-ilmu Al-Qur`an, terj: Mudzakir AS, Cet. ke 5, Jakarta/; Litera Antar Nusa: 2000.
……………..Mabâhits fî ‘Ulûm al-Qur`ân, ttp: Mansyûrât al-‘Ashr al-Hadîts, 1990.
al-Sa`dî, ‘Abd al-Rahmân bin Nashîr.Taysîr al-Karîm al-Rahmân fî al-Tafsîr al-Kalâm al-Mannân, Kairo: Dâr al-Manâr, 2002.
Shihab, M. Quraish.Kaidah Tafsir: Syarat, Ketentuan, dan Aturan yang Patut Anda Ketahui dalam Memahami Al-Qur`an, Cetakan ketiga, Tangerang: Lentera Hati, 2013.
al-Suyûthî, Jalâl al-Dîn Abdurrahmân bin Abî Bakr.Al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur`ân, jilid 2, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2007.
al-Syaukanî, Muhammad bin ‘Alî bin Muhammad.Fath al-Qadîr, jilid 1, Beirût: Dâr al-Kutub, 2003.
Trueblood, David.Filsafat Agama, terj: H. M. Rasjidi, Jakarta: Bulan Bintang, 1986.
al-Zarkasyî, Badr al-Dîn Abî‘Abdillâh Muhammad bin Bahâdur bin ‘Abdillâh. Al-Burhân fî `Ulûm al-Qur`ân, Beirût: Dâr al-Kutub al-Ilmiyyah, 2006.
al-Zuhailî, Wahbah.Al-Tafsîr al-Wajîz, Damaskus: Dâr al-Fikr, 1431 H.

Downloads

Published

2022-05-31

Issue

Section

Articles

How to Cite