Korespondensi Ideologi Pancasila dalam Al-Qur‘an

Authors

  • Ahmad Ari Masyhuri Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten

Keywords:

Ideologi, Pancasila, Korespondensi

Abstract

Ideologi merupakan suatu ide atau gagasan yang kemudian melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Sejalan dengan hal tersebut, ideologi bangsa juga menunjukkan eksistensi yang sama dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Di Indonesia, ideologi dasar Negara yang ditetapkan adalah Pancasila. Maka dari itu, Pancasila memiliki esensi yang sangat penting bagi kehidupan warga bangsa ini. Akan tetapi, perjalanan Pancasila sebagai sebuah ideologi tidak selalu berjalan lancar pada prakteknya.

Bagi bangsa Indonesia, Pancasila pada hakikatnya adalah dasar Negara (filsafat Negara) sekaligus pandangan hidup (filsafat hidup) bangsa. Memahami hakikat Pancasila berarti memahami makna pokok dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua kedudukan dan fungsi tersebut bersifat hakiki. Karena itu, berbagai kedudukan dan fungsi Pancasila yang lain, seperti sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, ideologi nasional, perjanjian luhur, tujuan bangsa, termasuk sebagai norma dasar dan kriteria dasar watak/kepribadian manusia Indonesia semuanya dapat dikembalikan pada sifat hakiki tersebut. Berdasarkan kedudukan nilai Pancasila yang hakiki itu, lahir berbagai nilai dan ia berfungsi untuk melandasi tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Jika ditilik dari aspek nilai tersebut, maka tidak diragukan lagi bahwa rumusan Pancasila memuat yang bersifat transedental (ketuhanan) dan humanistik dan sebagai dasar Negara, Pancasila memiliki ciri khas yang hanya dimiliki bangsa Indonesia. Dengan kata lain, keberadaan Pancasila pada hakikatnya adalah nilai-nilai yang berharga, yang memuat nilai-nilai dasar manusiawi dan nilai-nilai kodrati yang melekat pada setiap individu manusia yang diterima oleh bangsa Indonesia. Meskipun demikian, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, ada sekelompok warga Negara Indonesia yang belum sepenuhnya memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.

References

A.M. Effendy, Falsafah Negara Pancasila, Semarang: BP Walisongo Press, 1995
Erni Budiwanti, Islam Sasak, Yogyakarta: LKiS, 2000.
Toto Tasmara, Menuju Muslim Kaffah; Menggali Potensi Diri, Jakarta: Gema Insani, 2000
M. Dhiaudiddin Rais, Teori Politik Islam, Jakarta: Gema Insani, 2001
Muhammad Natsir, Islam Sebagai Dasar Negara, Bulan Bintang 1994
H.A. Mukti Ali, Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam, Bandung: Penerbit Mizan, 1991
Nur Mutmainnah, “Tafsir Pancasila: Sebuah Telaah Nilai-Nilai Islam dalam Al-Qur‘an,”dalam Jurnal Studi Al-Qur`an, Vol. 6, No. 1 Januari 2010
Sulaiman, “Membaca Pancasila: Perspektif Kearifan Sufi Jalal al-Din Rumi”, dalam Jurnal Kebudayaan Islam, Vol. 13, No. 1, Januari - Juni 2015,
Yan Nurdin1 , Eni Zulaiha, “Menimbang Kesesuaian Pancasila Dengan Al-Quran: Studi Perspektif Muhammad Natsir,” dalam Khazanah Pendidikan, Vol. 2No. 1 April 2020
Ahmad Muttaqin, “Paradigma Pancasila dalam Tafsir Al-Qur‘an,” dalam
https://www.nu.or.id/post/read/68727/paradigma-Pancasila-dalam-tafsir-alquran diakses pada tanggal 20 Februari 2021

Downloads

Published

2022-11-23

Issue

Section

Articles

How to Cite

Korespondensi Ideologi Pancasila dalam Al-Qur‘an. (2022). SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 4(2), 46-65. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/scholastica/article/view/1448