Analisis Pemahaman Masyarakat Mengenai Hadis Misoginis

(STUDI KASUS DESA EMPLASMEN AEK NABARA, KECAMATAN BILAH HULU, KABUPATEN LABUHAN BATU)

Authors

  • Ilham Hidayah Buulolo Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nurliana Damanik Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v11i4.2826

Keywords:

Misogynist, Ladies, Society

Abstract

Misogynism is the perspective of men who consider women to be weak, even though women are of the highest rank because women give birth, help their husbands and are also educators for their children. The researcher's aim is to find out what factors make women inferior in the eyes of men, especially in the Aek Nabara emplasmen village. This research method uses a qualitative method with a case study approach, and in this research uses unstructured interviews.  And researchers want to know why the people of the Aek Nabara emplasmen village, especially men, consider women inferior or misogynist and why women are considered inferior by men. The results of the research showed that as many as 20 respondents from the Emplasmen Aek Nabara Community did not understand the Misogynist Hadith about Women Are Aurat, because they had never heard of the missogynistic hadith that the researcher explained to the people of Emplasmen Aek Nabara Village.

ABSTRAK

Misioginis adalah cara pandang laki-laki yang menganggap wanita itu lemah, padahal wanita itu adalah yang paling mulia derajatnya dikarenakan wanita itu melahirkan, membantu suami dan juga pendidik bagi anak-anaknya. Tujuan peneliti adalah ingin mengetahui apa saja faktor yang membuat wanita itu rendah dalam pandangan laki-laki khususnya desa emplasmen Aek Nabara. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur.  Dan peneliti ingin mengatahui apa sebab wanita dianggap rendah oleh laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 orang responden Masyarakat Emplasmen Aek Nabara tidak memahami Hadis Misioginis tentang aurat, wanita yang suka bergaul, menjual harga dirinya, dan tidak cukup dengan satu laki-laki. Hal ini dikarenakan mereka tidak pernah mendengar mengenai hadis misoginis yang peneliti paparkan kepada masyarakat Desa Emplasmen Aek Nabara. Setelah peneliti memaparkan tentang hadis kepada masyarakat di desa emplasmen Aek Nabara, diharapkan masyarakat memahami hadis tentang misoginis yang membuat wanita lemah di mata laki-laki agar menghindari hal-hal yang dianggap rendah oleh laki-laki terhadap wanita.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustiani, Yupi, and Teti Ratnasih. “Kualitas Dan Interpretasi Hadis Tentang Misogini: Studi Takhrij Dan Syarah.” Jurnal Riset Agama 2, no. 2 (2022): h.224
Amaliah, Firda Padilla, Uswatun Hasanah, and Hedhri Nadhiran. “Resepsi Dan Pemahaman Masyarakat Terhadap Hadis-Hadis Misoginis: Studi Kasus Di Desa Keban Agung Kec. Lawang Kidul Kab. Muara Enim.” El-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis Dan Integrasi Ilmu 2, no. 1 (2022): 14–28.
Kantor Kepala Desa Emplasmen Aek Nabara, Kec. Bilah Hulu, 5 September 2024
Fahrudin, and Ansari. “Penolakan Hadis Missoginis ( Telaah Pemikiran Fatima Mernissi Dalam Hermeneutika Hadis ).” An-Nur 11, no. 2 (2019): h.12
Hafizhuddin. “Al-Quran Dan Hadis.” Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur,an Dan Hadis 2, no. 1 (2021): 156.
Is, Fadhilah. “WANITA MAYORITAS DI NERAKA, IMPERFEK AKAL DAN AGAMA: Antara Polemik, Solusi Dan Motivasi.” Al-Bukhari?: Jurnal Ilmu Hadis 1, no. 1 (2018): 10
Luthfiyah, Muh. Fitrah. “Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas Dan Studi Kasus,” no. November (2017): 26.
Roziqin, Ahmad Khoirur. “Jilbab, Hijab Dan Telaah Batasan Aurat Wanita.” Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist 1, no. 2 (2019): 257.
Setiawan, Asep. “Perempuan Sebagai Mayoritas Penghuni Neraka Dan Kelemahannya Dari Sisi Akal Dan Agama (Sanggahan Atas Gugutan Kaum Feminisme Terhadap Hadis ’Misoginis’).” Tajdid 18, no. 1 (2019): 10.
Sofiyah, Ahla, and Ashif Az Zafi. “Hijab Bagi Wanita Muslimah Di Era Modern.” Jurnal Pengembangan 13, no. 1 (2020): 91
Syukri, A, Halim, S. “Shahih?: Jurnal Kewahyuan Islam.” Minat Kota Medan Terhadap Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam UIN Sumatera Utara, 2017,h.3
Hayati, Irma Nur. “Hikmah Dilarangnya Poliandri (Kajian Normatif Yuridis, Psikologis Dan Sosiologis).” Qolamuna 3, no. 2 (2018): 181–206.
Latifa, Maysa, and Wedra Aprison. “The Iconicity of the Hijab: As an Islamic Identity (Phenomenaology of Commands and Impacts of Wearing the Hijab).” Islamic Education Studies?: An Indonesia Journal 6, no. 1 (2023):
Mubin, Ufuqul. “Hukum Cambuk Bagi Pezina Prespektif Hadis.” Dar El-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan. 2016.
Nufiar, N. “Khalwat Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Moral Etik.” … Tahqiqa: Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam, 2018, 116–35.
Pertiwi, Saniyah, and Naupal Asnawi. “Membaca Persoalan Hijab Dan Otonomi Perempuan Melalui Epistemology Ignorance.” Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 12, no. 2 (2022): 152.
Rakib, Abdur. “Pergaulan Dalam Pertunangan Dan Khalwat Fi Ma’na Al-Haml: Studi Budaya Pertunangan Di Daerah Madura.” AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman 6, no. 1 (2019): 35–55.
Tia Ningsih, and Febriyeni Febriyeni. “Studi Hadis Tentang Wanita Adalah Aurat (Analisis Pendekatan Hermenutika Ma`Na Cum Maghza Sahiron Syamsuddin).” Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2, no. 4 (2024): 01–13.

Downloads

Published

30-12-2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Analisis Pemahaman Masyarakat Mengenai Hadis Misoginis: (STUDI KASUS DESA EMPLASMEN AEK NABARA, KECAMATAN BILAH HULU, KABUPATEN LABUHAN BATU)”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 11, no. 4 (December 30, 2024): 778–792. Accessed May 4, 2026. https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/2826.

Similar Articles

11-20 of 35

You may also start an advanced similarity search for this article.