Metode Pengembangan Pendidikan Islam

  • Nur Syahid IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo
Kata kunci: Filsafat Islam, Pendidikan Islam, Insan, Kamil

Abstrak

Pendidikan Islam adalah prinsip bahwa tidak ada satu metode yang paling ideal untuk semua tujuan pendidikan, semua ilmu dan mata pelajaran, semua tahap pertumbuhan dan perkembangan, semua taraf perkembangan dan kecerdasan, bagi semua guru dan pendidik, dan semua keadaan dan suasana yang meliputi proses kependidikan. Hasil dalam artikel ini bahwa Pendidikan Islam harus mampu menjadi produsen yang bekerja untuk mencetak insan yang sempurna, yang memiliki keseimbangan antara rasio, pengalaman inderawi, dan spiritual. Karenanya, seluruh potensi manusia yang meliputi: rasionalitas, empirisitas, dan spiritualitas, harus dikembangkan secara harmoni dengan porsi yang seimbang. Hal ini sesuai dengan visi pendidikan Islam yang seperti itu harus ditopang oleh perangkat pendidikan diantaranya tujuan yang kuat sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan pendidikan serta metode-metode yang relevan dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan peserta didik. Para tenaga pengajar tidak harus terlalu fokus pada transformasi ilmu pengetahuan. Aspek-aspek tingkah laku atau moralitas anak didik juga harus diperhatikan, sebagaimana mentalitas dan kebugaran jasmani mereka juga penting.

Referensi

Abdul Munir Mulkhan, Paradigma Intelektual Muslim: Pengentar Filsafat Pendidikan Islamdan Dakwah, (Yogyakarta: Sipress, 1993), cet. I, h. 74
Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam (Edisi Baru), (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), h. 20-24
Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam 1, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997), hlm. 46
Aly al-Jumlathy dan Abul Futuh al-Tuwaanisy, Dirasat Muqoronat fi al-Tarbiyah al-Islamiyah, (Mesir: Maktab al-Angelo al-Mishriyah, t.t)., hlm. 111-116
Arifin, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bina Aksara, 1987), h. 28
Endang Saifuddin Anshari, Ilmu Filsafat dan Agama, (Surabaya: Bina Ilmu, 1987), h. 87- 88.
Herman H. Horne, “An Idealistic Philosophy of Education”, dalam Philosophies of Education, Forty-First Year-book, Part. I. University of Chicago Press, 1962, hlm. 140
M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bina Aksara, 1987) hal. 97
Mohammad Fadhil al-Djamaly, Tarbiyah al-Insan al-Jadid, Tunisia: Matba’ah al-Ittihad al-‘Am al-Tunisiyah al-Syughli, 1967, hlm. 30
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: PT Rosdakarya, 2018), 84.
Mortimer J. Adler, “In Defense of the Philosophy of Education”, dalam Philosophies of Education, Forty-First Year-book, Part. I. (University of Chicago Press, 1962), hlm. 209
Muhammad Noor Syam, Falsafah Pendidikan Pancasila, (Surabaya: Usaha Nasional. 1986) hal. 24
Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), Cet. II, h.31
Omar Muhammad al-Touny al-Syaebani, Falsafah Pendidikan Islam, terj. Hasan Langgulung, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), hlm. 399
Sudirman.N, et.al. Ilmu Pendidikan, (Bandung, Remaja Karya,1987), hlm.4
Tariq Ramadan, Western Muslims and The Future of Islam, (Oxford University Press, 2004), hlm. 18
Diterbitkan
2020-11-29
Bentuk Sitasi
Syahid, N. (2020, November 29). Metode Pengembangan Pendidikan Islam. SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(2), 127-138. Retrieved from https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/scholastica/article/view/742
Section
Articles