Perkembangan Ushul Fiqh di Era Modern

  • Masyhadi Masyhadi IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo
Kata kunci: Ushul Fiqh, Modern, Akidah

Abstrak

Pemikiran hukum Islam sudah mengalami perkembangan Sejak zaman Rasulullah Saw., Namun demikian, corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. Dengan kata lain, belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri. Penulis mencoba mengulas tuntas tentang perkembangan Ushul Fiqh menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penelaahan dokumen. Hasil dalam penelitian ini yakni dalam perkembangan ushul fiqih, atau pemikiran Ushul Fiqh yang membentuk pola penafsiran tertentu terhadap Al-Qur'an terus berkembang, setidaknya dari generasi shahabat sampai pertengahan abad ke 4 Hijriyah dimana pemikiran Ushul Fiqh mencapai kematangannya, dapat diterima pemikiran yang kompromistis bahwa Al-Qur'an dengan kemukjizatan berbagai aspek yang terkandung di dalamnya telah mendorong dan menginspirasi munculnya berbagai corak pemikiran ilmiyah termasuk pemikiran Ushul Fiqh sekaligus corak pemikiran ushuli mempengaruhi metode penafsiran.

 

Referensi

Abdul Wahab Ibrahim Abu Sulaiman. (1983). Al-Fikr al-Usuli: Dirasah Tahliliyah Naqdiyah. Jeddah: Dar al-Syuruq.
Abu Ishak Ibrahim bin Ali bin Yusuf As Syaerozi Al Fairuzabady, (1970), Thabaqât al Fuqahâ, Beirut: Dar el Raid al Araby, Tahqiq Ihsan Abbas, cet I, h. 57
Ahmad Muhammad Syakir dalam Pengantar dan Tahqiqnya terhadap kita Ar Risalah Imam Asy Syafi'i, (2018), Beirut: Dar el Kutub al Ilmiyah, tt. h, 5.
Amrullah Ahmad, dkk, (1996), Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional, Jakarta: Gema Insani Press, hlm. 86.
Harun Nasution, (1998), Islam Rasional; Gagasan dan pemikiran Prof. Dr. Harun Nasution, Bandung: Mizan, hlm. 198
Hassan Ahmad Khatib, (1957), al-Fiqh al-Muqaran, Dar al-Ta’lif, hlm. 11
Manna'ul Qathan, (1006), Târikh Tasyri' al Islâmy, Riyadh: Maktabah Al ma'arif, cet. II. Ha. 23-25.
Muhammad al-Khudlary. (1994). Tarikh Tasyri’ al-Islamy. Surabaya: dar Ihya’ al- Kutub al-‘Arabiyyah
Muhammad Amin Suma, Ijtihad Ibn Taymiyyah. (2002). Fiqh Islam, Jakarta: Pustaka Firdaus, hlm. 141-142
Muhammad Sa‘id al-Khinn. (1994). Atsar al-Ikhtilaf fi al-Qawaid al-Ushuliyyah fi Ikhtialaf al-Fuqaha. Beirut: Muassassah al-Risalah.
Najmuddin al-Thufi. (1998). Kitab al-Ta’yin fi Syarh al-Arbain. Beirut: Muassasah al- Rayyan.
Nawawi, Hadari. (1991). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Noel James Coulson. (1999). History of Islamic Law. Edinburgh: Edinburgh University Press
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian: Kuantitaif & Kualitatif. Bandung: R&D Publikasi.
Wael B. Hallaq. (1998). A History of Islamic Legal Theories, an Introduction to Sunni Ushul Fiqh. Cambridge: Cambridge University Press.
Wahbah Az Zuhaily, (1999). Al Wajîz fi ushûl al afiqh, Beirut: Dar el Fikr, h. 13
Diterbitkan
2021-09-15
Bentuk Sitasi
Masyhadi, M. (2021, September 15). Perkembangan Ushul Fiqh di Era Modern. SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 11-23. Retrieved from https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/scholastica/article/view/922
Section
Articles