Subjective Well Being Guru Raudhatul Athfal Non Sarjana di Kabupaten Pati

  • Ahmad Nashiruddin Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati
Kata kunci: Subjective Well Being, Guru RA non Sarjana

Abstrak

Subjective well being disebut sebagai kondisi seseorang yang memiliki perasaan bahagia dan puas dengan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami topik terkait kondisi SWB guru RA non sarjana di Kabupaten Pati serta faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukungnya. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi serta penyebaran angket terbuka, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dalam bentuk interaktif secara terus menerus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi Subjective well being guru RA non sarjana di Kabupaten Pati termasuk dalam kategori sangat baik. Ini terbukti dari 30 guru RA non sarjana yang mengisi jawaban dari pertanyaan yang penulis berikan, seluruh responden menjawab jika mereka semua senang mengajar di RA. Rasa senang ini bukan menjadi suatu hal yang kebetulan, tapi bentuk dari implementasi strategi atau angkah-langkah yang mereka lalui, seperti memantapkan niat, memiliki motivasi untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anak, Memiliki pekerjaan atau usaha lain di luar jam sekolah, Memupuk optimisme terhadap status guru RA. Adapun faktor-faktor yang memengaruhinya ialah: faktor kepribadian, optimisme, lingkungan dan harga diri. Sedangkan dalam perspektif islam kondisi tersebut telah sesuai dengan kaidah sabar dan rasa syukur.

Referensi

Afiatan, T. (1993). “Persepsi pria dan Wanita Terhadap Kemandirian”. Jurnal Psikologi, Vol.-,No.1, , 8.
Aini, I. (2023, Juni 17). (A. Nashiruddin, Pewawancara)
Alamsyah, A. (2022). subjective well being guru PAUD swadaya masyarakat.
Amelia, K. &. (2021). Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.
An Najar, K. S. (2014). Berbuat baik, ibadahnya orang-orang shaleh. . Semarang: CV Media Citra.
Compton, W. C. (2013 ). Positive Psychology. USA: Wadsworth.
Dimyati, J. ( 2013). Metodologi Pendidikan dan Aplikasinya pada PAUD. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Djamarah, S. B. (2010). Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Pt Rineka Cipta.
Eddington, N. R. (2008). Subjective well being . . Continuing Psychology Education Inc. .
Emizer. (2011). Metodelogi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: PT Raja Grafido Persada.
Erwin, A. &. (2015). Studi Deskriptif Mengenai Subjective Well-Being Pada Guru Wanita di PAUD Yayasan Rancage”., (hal. 4).
Erwin, A. K. (2015). Studi Deskriptif Mengenai Subjective Well-Being Pada Guru Wanita Di Paud Yayasan Rancage. Prosiding Psikologi, (hal. 4-10.).
Hamdana, F. (2015). Subjective Well Being Siswa MAN 3 Palembang yang Tinggal di Asrama. Jurnal Psikologi Islam, Nonor. I/I/, 97.
Ibnu Firmansyah, E. L. (2014). “Subjective Well-Being Pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Empathy. Jurnal Fakultas Psikologi, Nomor. I/II., 3.
Ibu Nanda, I. M. (2023, November 29). Faktor yang mempengaruhi subjective well being guru RA non Sarjana di Kabupaten Pati. (A. Nashirudiin, Pewawancara)
Itsna, I. (2023, Juni 10). (A. Nashiruddin, Pewawancara)
Karimah, L. (2015). Subjective Well-Being Pada Guru Tk Masyitoh Iv Laweyan Surakarta. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, NO. 2, 52-65.
Moloeng, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mujamiasih, M. (2013). “Subjective Well Being (SWB): Studi Indegenous Pada PNS dan Karyawan Swasta yang Bersuku Jawa di Pulau Jawa,”Skripsi". Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Nawati, N. F. (2015). ”Subjective Well-Being Pada Guru Paud Di Daerah Rawan”.
Permendikbud. (2014). Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Bab VII.
Puspita, R. A. (2018). SUBJECTIVE WELL - BEING INDIVIDU YANG MELAKUKAN KONVERSI AGAMA SEBAB PERNIKAHAN . PALEMBANG : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH .
Rosyada, I. F. (2023, Desember 15). Kesan menjadi guru RA. (A. Nashiruddin, Pewawancara)
SISDIKNAS, U. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas. Bandung: Citraumbara.
Sri Wahyuni, R. H. (2018). Analisis Subjectif Well-Being Anak Usia Dini Yang Berasal Dari Keluarga Berstatus Ekonomi Sosial Rendah Di Kota Pekanbaru. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Nomor. II/IX, 64.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitati. Bandung: Alfabeta.
Sunarto, A. (2002). Terjemah hadits shahih muslim. Bandung: Penerbit Husaini.
Tri Pamungkas, Y. H. (2015). Penelitian deskriptif : subjective well-being pada biarawati di Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Diterbitkan
2024-01-24
Bentuk Sitasi
Nashiruddin, A. (2024, January 24). Subjective Well Being Guru Raudhatul Athfal Non Sarjana di Kabupaten Pati. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 10(1), 43-55. https://doi.org/https://doi.org/10.29062/seling.v10i1.2144
Section
Articles