Deradikalisasi Agama melalui Pendidikan Multikultural (Studi Kasus di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya)

Authors

  • Syafii Syafii Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Sutikno Sutikno Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Fathur Rohman Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v9i4.1572

Keywords:

Deradicalization of religion, multicultural education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Abstract

Violence in the name of religion can occur anywhere and anytime, both involving Muslims and non-Muslims. That is, religious radicalism is actually a phenomenon that commonly appears in any religion. Higher education institutions are very likely to become clusters of spreading seeds of radicalism. Not a few students become special targets of recruitment of terrorist and radical groups. Therefore, a religious deradicalization program is needed through multicultural education.

Deradicalization is a solution to straighten out radical understanding in religion in order to create a society that is tolerant, inclusive, humanist, plural and democratic. Multicultural education is a tool to realize deradicalization in religion.

Deradicalization of religion through multicultural education at the Faculty of Tarbiyah and UIN Sunan Ampel Surabaya Teacher Training is implemented with curriculum development model, selection of lecture materials and literature, lecture methods, (workshop) activities and cooperation.

Factors supporting the deradicalization of religion through multicultural education at the Faculty of Tarbiyah and UIN Sunan Ampel Surabaya Teacher Training include the coordinated of all lecturers and employees by applicable rules, the exemplary lecturer with a professorship and become a national figure, gaining support from the Ministry of Religious Affairs. While the inhibiting factors include differences in the flow of religious organizations, differences in student intelligence levels, advances in information technology.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. Said. Membangun Masyarakat Multikultural. Jakarta: Taman Pustaka, 2006.
Aziz, Asman. “Multikulturalisme: Wawasan Alternatif Mengelola Kemajemukan Bangsa”. Jurnal Titik-Temu. Vol. 2. No. 1. Juni, 2009.
Azra, Azyumardi. Pergolakan Politik Islam; dari Fundamentalisme, Modernisme hingga Post-Modernisme. Jakarta: Paramadina, 1996.
Baharun, Hasan. “Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Sistem Kepemimpinan Kepala Madrasah”. At-Tajdid. Vol. 6. No. 1. Oktober, 2017.
_________. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik (Konsep, Prinsip, Model, Pendekatan dan Langkah-angkah Pengembangan Kurikulum PAI). Yogyakarta: Cantrik Pustaka, 2017.
Baidhawi, Zakiyudin. Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Jakarta: Erlangga, 2005.
Creswell, John W. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Terj. Ahmad Lintang Lazuardi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Dawam, Ainurrofiq. Kekuasaan dan Pendidikan. Magelang: IndonesiaTera, 2003.
Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Rosdakarya, 2009.
Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta:Bumi aksara, 2013.
Hidayat, Komaruddin. Merawat Keragaman Budaya dalam Tonny D. Widiastono (ed.), Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: Buku Kompas, 2004.
Juergensmeyer, Marx. Teror Atas Nama Tuhan: Kebangkitan Global Kekerasan Agama. Jakarta-Magelang: Nizam Press & Anima Publishing: 2002.
Kartanegara, Mulyadhi. Mengislamkan Nalar: Sebuah Respons terhadap Modernitas. Jakarta: Erlangga, 2007.
Kurzman, Charles Liberal Islam: A Sourcebook. New York: Oxford University, 1998.
Maunah, Binti. Methodologi Pengajaran Agama Islam. Yogyakarta: Teras, 2009.
Miles & Huberman. Qualitative Data Analysis. London: SAGE Publications, 1984.
Munip, Abdul. “Menangkal Rdikalisme di Sekolah”. Jurnal Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Program Pascasarjana, No. 2. Vol. 1. Desember 2012.
Muqoyyidin, Andik Wahyun “Membangun kesadaran Inklusif Multikultural untuk deradikalisasi Pendidikan Islam”. Jurnal Pendidikan Islam: Universitas Pesantren Tinggi Jombang. Vol. 2. No.1. Juni, 2013.
Ramadhan, Mu‘ammar. “Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan Multikultural (Studi pada Pesantren al-Hikmah Benda Sirampog Brebes).” Jurnal Smart. Vol. 1. No. 2. Desember, 2015.
Ribereu, J. “Pendidikan Agama dan Tata Nilai”, dalam Sindhunata (ed.), Pendidikan: Kegelisahan Sepanjang Zaman. Yogyakarta: Kanisius, 2001.
Septian, Farid. “Pelaksanaan Deradikalisasi Narapidana Terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang”. Jurnal Kriminologi Indonesia. Vol. 7. No. 1. Mei, 2010.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Tilaar, H.A.R. Kekuasaan dan Pendidikan. Magelang: IndonesiaTera, 2003.
Turmudi, Endang ed. Islam dan Radikalisme di Indonesia. Jakarta: LIPI Press, 2005.
Wiyani, Novan Ardi. “Pendidikan Islam Berbasis Anti terorisme di SMA”. Jurnal: FTKIP Islam Bumiayu. Vol. 2. No.1. Juni, 2013.
Yaqin, M. Ainul Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Nuansa Aksara, 2005.
Zuhriy, M. Syaifuddien “Budaya Pesantren dan Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren Salaf”, Walisongo. Vol. 19. No. 2. April, 2011.

Downloads

Published

30-12-2022

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan Multikultural (Studi Kasus Di Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya)”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 9, no. 4 (December 30, 2022): 244–257. Accessed April 17, 2026. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/1572.

Similar Articles

1-10 of 377

You may also start an advanced similarity search for this article.