Pengembangan Kurikulum Berbasis Sains untuk Mendorong Minat Belajar Siswa

Authors

  • M. Ekhzan Natha Pratama Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Siti Nurul Fadhilah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Zinde Ulfa Romadhona Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Zahrah Muslimah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v12i4.3002

Keywords:

Kurikulum Berbasis Sains, Minat Belajar, Pendekatan Saintifik, Motivasi Siswa

Abstract

 

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kurikulum berbasis sains sebagai strategi untuk meningkatkan minat belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Fokus kajian diarahkan pada analisis penerapan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran serta relevansinya dengan peningkatan keaktifan, rasa ingin tahu, dan motivasi intrinsik siswa. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dengan memanfaatkan data dari hasil wawancara dengan guru IPA, pengamatan langsung terhadap perangkat kurikulum, dan telaah dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum yang dirancang dengan mengedepankan pembelajaran berbasis eksperimen, inkuiri, dan pemecahan masalah mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menantang serta menyenangkan. Selain itu, keterlibatan siswa secara langsung dalam proses penemuan konsep terbukti mendorong partisipasi aktif dan meningkatkan ketertarikan terhadap materi pelajaran. Artikel ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis sains melalui pelatihan guru, penyediaan sarana eksperimen sederhana, serta integrasi sains dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa.

 

 

Abstract

This study aims to describe the development of a science-based curriculum as a strategy to enhance students’ learning interest at the primary and secondary education levels. The analysis focuses on the implementation of scientific approaches in classroom instruction and their relevance to increasing student engagement, curiosity, and intrinsic motivation. A descriptive method was employed using data obtained from interviews with science teachers, observations of curriculum documents, and analysis of educational policies. The findings reveal that curricula designed with experimental, inquiry-based, and problem-solving learning models are more effective in creating challenging yet enjoyable learning environments. Furthermore, students’ direct involvement in the discovery process significantly improves their participation and interest in academic content. This article recommends strengthening science-based curricula through teacher capacity-building, provision of simple experimental tools, and integration of scientific concepts into students’ daily life contexts.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahmansyah. (2017). Pedagogical content knowledge (PCK) dalam pembelajaran sains: Transformasi konsep abstrak menjadi pembelajaran bermakna. UIN Raden Fatah Press. https://opac.uinradenfatah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=114777

Abdurrahmansyah. (2019). Model aptitude treatment interaction (ATI) dalam pembelajaran: Analisis terhadap motivasi intrinsik siswa. Jurnal Pendidikan Sains, 7(2), 45–58. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/jps/article/view/6695

Apriani, W., Syarifah, S., & Abdurrahmansyah, A. (2018). Pengaruh penerapan model pembelajaran tipe two stay two stray (TSTS) terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada materi klasifikasi makhluk hidup. Bioilmi: Jurnal Pendidikan, 4(1), 1–4. https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/BIOILMI/article/view/298

Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart and Winston. https://archive.org/details/educationalpsych00ausu

Departemen Pendidikan Nasional. (2013). Kurikulum 2013: Kompetensi dasar sekolah menengah pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kemendikbud. https://bsnp-indonesia.org/kurikulum-2013-kompetensi-dasar-smpmts/

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Panduan pembelajaran untuk sekolah menengah pertama. Direktorat Pembinaan SMP. https://simpuh.kemenag.go.id/madrasah/assets/fileumum/panduan_pembelajaran_smp.pdf

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Buku guru ilmu pengetahuan alam SMP/MTs kelas VII. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. https://drive.google.com/file/d/1e0W_gctIOp-peP3c9Qn1s3qgLZ5yL7Tl/view

National Research Council. (2012). A framework for K–12 science education: Practices, crosscutting concepts, and core ideas. The National Academies Press. https://nap.nationalacademies.org/catalog/13165/a-framework-for-k-12-science-education-practices-crosscutting-concepts

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. OECD Publishing. https://www.oecd.org/publications/pisa-2018-results-volume-i-5f07c754-en.htm

Piaget, J. (1977). The development of thought: Equilibration of cognitive structures. Viking Press. https://archive.org/details/developmentoftho00piag

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press. https://archive.org/details/mindinsocietydev00vygo

Downloads

Published

09-12-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Pengembangan Kurikulum Berbasis Sains Untuk Mendorong Minat Belajar Siswa”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 12, no. 4 (December 9, 2025): 38–45. Accessed May 25, 2026. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/3002.

Similar Articles

1-10 of 651

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)