Proses Penanaman Nilai-nilai Agama pada Masa Prenatal
DOI:
https://doi.org/10.69896/modeling.v4i1.1455Abstract
Proses penanaman nilai-nilai agama pada masa prenatal sesungguhnya dimulai semenjak proses pencarian jodoh. Di dalam memilih pasangan hidup, Islam telah menganjurkan untuk memilih agamanya, dikarenakan dengan mempunyai agama yang kuat maka akan menciptakan rumah tangga yang bahagia. Setelah itu dalam proses penanaman nilai-nilai agama pada anak di dalam kandungan ibu, Islam mengajarkan supaya ibu memakan makanan yang halal dan baik, sering membaca Al-Qur’an, tidak sering membicarakan aib orang lain dan selalu berbuat baik kepada orang lain. Di samping itu, setelah anak lahir, maka kewajiban orang tua adalah memberi nama yang baik dan mengaqiqahkannya.
Downloads
References
Ahmad D. Marimba, 1986, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam ,Bandung: PT. Al-Ma’arif.
Ahmadi, Abu, 1991, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta: Rineka Cipta.
Crinjs dan Reksosiswojo, 1985, Pengantar di Dalam Praktek Pengajaran dan Pendidikan: Ilmu jiwa Umum dan Ilmu Jiwa Anak Anak, Jakarta: Noordholf Kolff.
Daradjat, Zakiah, 1970, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang.
Djumhana, Hanna, 1995, Integritas Psikologi dengan Islam Menuju Psikologi Islami, Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Insan Kamil.
E.B. Hurlock, 1993, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga.
Mahmud Al-Aggad, Abbas, 1991, Manusia Diungkap Qur’an, Jakarta: Pustaka Firdaus.
Majid, Nurcholish, 1992, Islam Doktrin dan Peradaban Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.
Saleh Abdullah, Abdurrahman, 1990, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an, Terj. Arifin dan Zainuddin, Jakarta: Rineka Cipta.
Suparlan, Parsudi, 1982, Masyarakat Terasing dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Suryabrata, Sumadi, 1992, Pengukuran dalam Psikologi Kepribadian, Jakarta: Rajawali.
Thoulees, Robert, 1992, Pengantar Psikologi Agama, Terj. Machnun Husein, Jakarta: Rajawali.
Uhbiyati, Nur, 1996, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia.







