Analisis Komprehensif Komunikasi Organisasi: Studi Lapangan tentang Jenis, Prinsip, Gaya, dan Proses

  • Anisa Maulidya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Sonia Purba Tambak Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Euis Indah Kesuma Ningsih Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Miftah Royyani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Mesiono Mesiono Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
Kata kunci: Jenis Komunikasi, Prinsip Komunkasi, Gaya Komunikasi, Proses Komunikasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis komprehensif komunikasi organisasi: studi lapangan tentang jenis, prinsip, gaya, dan proses yang terjadi antara kepala madrasah dan guru-guru di MTsS Darussalam Dsa Durian, Kec. Sei Balai, Kab. Batu Bara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah1 kepala madarsah dan 15 guru-guru yang mengajar di MTsS Darussalam Desa Durian, Kec. Sei Balai, Kab.Batu Bara. Berdasarkan hasil olah data dan temuan akhir dari penelitian ini,  peneliti menyimpulkan jenis komunikasi yang diterapkan Kepala Sekolah yaitu komunikasi atasan ke bawahan (downward communication) dan komunikasi bawahan ke atasan (upward communication). Adapun prinsip-prinsip komunikasi organisasi yang diterapkan kepala madarasah antara lain yaitu: memberi salam bila bertemu, berbicara dengan lemah lembut, perkataan yang baik dan nasehat yang penuh hikmah , menyebut hal-hal yang baik tentang komunikan, menyesuaikan bahasa dan isi pembicaraan dengan keadaan komunikan, berdiskusi dengan cara yang baik, dan lebih dahulu memberi teladan sebelum mengadakan komunikasi. Sedangkan gaya komunikasi organisasi yang diterapkan adalah  gaya dominan (dominant style, gaya dramatis (dramatic style), gaya santai (relaxes style), Gaya atentif (attentive style), Gaya bersahabat (friendly style) dan gaya yang tepat (precise style). Proses komunikasi antara kepala madrasah dengan para guru di luar waktu kegiatan pembelajaran adalah secara informal, atau dengan kata lain dengan kekeluargaan. Sedangkan proses komunukasi antara kepala madrasah dengan guru saat pembelajaran berlangsung adalah secara formal.

Downloads

Download data is not yet available.

Referensi

Abdullahal-Qarni, A. i. (2005). Jusural Mahabbah, terj. Asmuni Solihan Zamakhsyari, Power of Love Kekuatan Cinta Seorang Muslim Sejati . Jakarta: Dzikrul Hakim.
Agustian, A. G. (2005). ESQ Power Sebuah Inner Journey Melalui Al-Ihsan. Jakarta: Arga.
Atmaja & R, D. (2018). Komunikasi Organisasi (Suatu Tinjauan Teoritis Dan Praktis). Inter Komunika, 192-206.
Du, S. B. (2010). Maximizing Business Returns to Corporate Social Responsibility (CSR): The Role of CSR Communication. International Journal of Management, 18-19.
Hefni, H. (2015). Komunikasi Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
Ilaihi, W. (2013). Komunikasi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Isa, A. G. (2010). Adāb Al-Mu’āmalah fi Al-Islām, terj. Nashiruddin Ahmad, Etika Pergaulan Dari A-Z . solo: Pustaka Arafah.
Liliweri, A. (n.d.). Komunikasi Serba Ada Serba Makna.
Muhammad, A. (2004). omunikasi organisasi.
R. Wayne Pace, &. D. (1993). Organizational Communication. Prentice Hall.
Diterbitkan
2024-04-04
Bentuk Sitasi
Maulidya, Anisa, Sonia Tambak, Euis Kesuma Ningsih, Miftah Royyani, and Mesiono Mesiono. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 11, no. 1 (April 4, 2024): 236-250. Accessed May 28, 2024. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/2235.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)