Peran Moderasi Beragama sebagai Penangkal Hoax dan Disinformasi Keagamaan di Era Digital

Authors

  • Siti Wahyu Widiana Universitas Sains Al-Qur’an, Jawa Tengah, Indonesia
  • Shendya Lukyana Yumna Universitas Sains Al-Qur’an, Jawa Tengah, Indonesia
  • Sinta Fatimah Universitas Sains Al-Qur’an, Jawa Tengah, Indonesia
  • Zulvika Amaliyah Universitas Sains Al-Qur’an, Jawa Tengah, Indonesia
  • Robingun Suyud El Syam Universitas Sains Al-Qur’an, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v12i4.3092

Keywords:

moderasi beragama, hoax, disinformasi, era digital

Abstract

Di era digital arus informasi tidak di saring sehingga muncul penyebaran hoak dan dosonformasi, termasuk dalam informasi konteks keagamaan. Artikel ini mengkaji konsep peran moderasi beragma sebagai penangkal hoax dan Disinformasi keagamaan di era digital  melalui perlawanan terhadap berita hoax dan literasi terhadap informasi yang bertujuan untuk meninkatkan pemahaman, analisis, sikap kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualititatif berbasis studi pustaka dengan sumber utama jurnal jurnal terdahulu buku dan ayat alquran mengenai peran moderasi beragama hasil kajian ini menjadikan moderasi agama sebagai pilar utama dalam menyangkal penyebaran informasi yang salah dan keliru sehingga menimpulkan pemikiran yang kritis dan membiasakan literasi.

Abstract

In the digital era, the flow of information is unfiltered, leading to the spread of hoaxes and disinformation, including information in a religious context. This article examines the concept of religious moderation as a counter to hoaxes and religious disinformation in the digital era through countering hoax news and information literacy, aimed at improving understanding, analysis, and critical thinking. This research uses a qualitative approach based on literature review, with primary sources being previous journals, books, and Quranic verses regarding the role of religious moderation. The results of this study establish religious moderation as a key pillar in refuting the spread of false and erroneous information, thus fostering critical thinking and fostering literacy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriza, Aulia, and Julio Adisantoso. “Metode Klasifikasi Rocchio Untuk Analisis Hoax Rocchio Classification Method for Hoax Analysis.” Jurnal Ilmu Komputer Agri-Informatika 5, no. 1 (2018): 1–10. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jika.

Almu’tasim, Amru. “Berkaca NU Dan Muhammadiyah Dalam Mewujudkan Nilai-Nilai Moderasi Islam Di Indonesia.” TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan Dan Keislaman 8, no. 2 (2019): 199. https://doi.org/10.36815/tarbiya.v8i2.474.

Hari, Kurniawan. “Kebijakan Pemerintah Menangkal Penyebaran Kebijakan Pemerintah Menangkal Penyebaran Berita Palsu Atau ‘Hoax.’” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni 1, no. 1 (2017): 14.

Hariati D Hariati, Dona, Hidayat Ma'ruf, and Ridhahani Fidzi. "IQRA SEBAGAI PILAR LITERASI ISLAM: MENJAWAB TANTANGAN DISINFORMASI DAN HOAKS DI ERA DIGITAL." JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR 2, no. 7 (2025): 1300-1310.

Iffaty Zamimah. “Moderatisme Islam Dalam Konteks Keindonesiaan.” Jurnal Al-Fanar 1, no. 1 (2018): 75–90. https://doi.org/10.33511/alfanar.v1n1.75-90.

Jasminto, J., 2022, April. Etika Pendidikan islam berbasis moderasi beragama di era digital. In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars (Vol. 6, No. 1, pp. 121-135).

Marwan, 2016. “Pendahuluan Saat Ini Di Indonesia Sedang Marak Terjadi Peristiwa Penyebaran Berita Palsu Atau Yang Disebut.” 2021, n.d.

Mofferz, Marz Wera. “Meretas Makna Post-Truth: Analisis Kontekstual Hoaks, Emosi Sosial Dan Populisme Agama.” Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat 7, no. 1 (2020): 3. https://doi.org/10.33550/sd.v7i1.141.

Mohamad Fahri1, Ahmad Zainuri. “Pendidikan Moderasi Beragama Di Indonesia.” Intizar 25, no. 2 (2019): 96–103. https://doi.org/10.63849/alibnor-vol1-no2-2024-id15.

Mubarok, Akbar Rizquni, and Sunarto Sunarto. “Moderasi Beragama Di Era Digital: Tantangan Dan Peluang.” Journal of Islamic Communication Studies 2, no. 1 (2024): 1–11. https://doi.org/10.15642/jicos.2024.2.1.1-11.

Nadhifah, S.N., Rahmawati, Z., Ramadhan, M.I.H. and Kurniawan, R., 2024. Peran moderasi beragama dalam pembentukan akhlak generasi Alpha di era digital. AL AUFA: JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN KEISLAMAN, 6(01), pp.54-69.

Nisa, Khoirun. "Peran literasi di era digital dalam menghadapi hoaks dan disinformasi di media sosial." Impressive: Journal of Education 2, no. 1 (2024): 1-11.

Nisa, M.K., Yani, A., Andika, A., Yunus, E.M. and Rahman, Y., 2021. Moderasi beragama: Landasan moderasi dalam tradisi berbagai agama dan implementasi di era disrupsi digital. Jurnal Riset Agama, 1(3), pp.731-748.

Novita sari, Erni, Anggi Hermayanti, Nadya Deninda Rachman, and Faizi. “Peran Literasi Digital Dalam Menaggulangi Hoax Di Masa Pandemi.” MADANI, Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan 13, no. 3 (2021): 225–40.

Nurdin, Fauziah. “Moderasi Beragama Menurut Al-Qur’an Dan Hadist.” Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah 18, no. 1 (2021): 59. https://doi.org/10.22373/jim.v18i1.10525.

Downloads

Published

25-12-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Peran Moderasi Beragama Sebagai Penangkal Hoax Dan Disinformasi Keagamaan Di Era Digital”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 12, no. 4 (December 25, 2025): 366–376. Accessed April 29, 2026. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/3092.

Similar Articles

1-10 of 334

You may also start an advanced similarity search for this article.