Relevansi dan Implementasi Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa (Analisis pada Jurusan PAI dan UPI IAIN Metro)

  • Muhammad Ali Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
  • Andree Tiono Kurniawan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Kata kunci: Al Quran, Membaca, Relevansi, Pendukung, Penghambat

Abstrak

Al-Qur’an adalah salah satu fondasi keimanan yang tidak bisa ditawar[1] dan merupakan kitab suci yang sakral. Untuk dapat memahami al-Qur’an dengan baik, mahasiswa harus mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid dan memahami artinya Untuk itu, Jurusan PAI telah melaksanakan serangkaian kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa  dengan pemberian mata kuliah kependidikan secara umum maupun keagamaan, salah satunya mata kuliah baca tulis al-Qur’an.  

Selain kegiatan baca tulis al-Qur’an di Jurusan PAI, mahasiswa juga diberikan pembinaan baca tulis al-Qur’an di unit pengembangan ke-Islaman (UPI) selama 2 semester. Tujuanya untuk membina mahasiswa agar mampu membaca al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid.

Fenomena yang terjadi di Jurusan PAI, masih terdapat mahasiswa semester akhir yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan menulis ayat-ayat pendek dengan benar. Hal ini berdasar pada hasil evaluasi  ujian komprehensif dan skripsi. Berdasarkan latar belakang masalah  di atas, maka penelitian ini dipandang sangat  penting  dilaksanakan sebagai bentuk  evaluasi kegiatan pembinaan baca tulis Al-Qur’an baik pada Jurusan PAI maupun UPI dan sebagai refleksi dalam peningkatan kemampuan membaca dan  menulis Al-Qur’an Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Jenis penelitian ini penelitian  kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud  untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Sifat penelitian dan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jika ditinjau dari karakteristiknya penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Dari penelitian ini akan dideskripsikan relevansi dan implementasi pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dan UPI IAIN Metro, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanannya.

Adapun relevansi pembinaan baca tulis al-Qur’an pada Jurusan PAI maupun UPI terletak pada materi yang disampaikan dan tujuan pembinaan yang sama, yaitu sama-sama membimbing mahasiswa agar mampu membaca al-Qur’an yang baik, benar dan lancar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan juga bertujuan agar mahasiswa dapat menuliskan ayat-ayat al-Qur’an, baik dengan cara menyalin maupun dengan cara imla’, serta mahasiswa dapat menghafal beberapa  surat al-Qur’an (khususnya surat-surat pada juz 30). Selain relevan pada materi dan tujuan, kerelevanan juga terdapat pada metode yang digunakan dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an. Metode yang digunakan sangat menentukan keberhasilan dalam pembinaan BTQ. Hal ini didasarkan interview pada beberapa informan dan dokumentasi yang telah disebutkan pada hasil temuan sebelumnya.

Adanya relevansi materi, tujuan dan metode yang relatif sama pada kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an Jurusan PAI dan UPI, ini akan dapat menunjang mahasiswa dalam menguasai ilmu baca tulis al-Qur’an secara baik, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal.

Berdasar pada pengumpulan data yang peneliti lakukan dapat diketahui bahwa faktor pendukung dalam pembinaan BTQ baik pada Jurusan Pendidikan Agama Islam maupun Unit Pembina ke-Islaman antara lain: Tersedianya tenaga dosen di Jurusan PAI yang ahli dibidangnya (Qiratul Sab’ah), Tersedianya Tutor BTQ (UPI) yang ahli dibidangnya, Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai sehingga dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an, Dukungan lembaga melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bidang tahfidz Qur’an, Dukungan lembaga dalam mendelegasikan Qiroatul Qur’an maupun Sab’ah serta   tahfdz Qur’an dalam MTQ , Di dalam mata kuliah BTQ diajari menulis kaligrafi, membaca bersama-sama hafalan, dan dapat memahami tentang ilmu tajwid, Mahasiswa yang tidak pernah menghafal Al Quran jadi terpaksa menghafal, ditambah lagi mahasiswa jadi lebih mengerti tentang hafalan shalat.

Adapun faktor penghambat dalam pembinaan BTQ baik pada Jurusan Pendidikan Agama Islam maupun Unit Pembina ke-Islaman antara lain: Jumlah pertemuan pembinaan baca tulis al-Qur’an sangat minim, yakni hanya 16 kali pertemuan dengan durasi yang sangat pendek (90 menit pembinaan di UPI dan 100 menit pembinaan BTQ di jurusan PAI), Belum adanya silabus UPI yang dibagikan ke mahasiswa dan mahasiswa hanya dikasih secara lisan target yang harus dicapai dari UPI, Pelatihan tutor terlalu singkat yaitu hanya 1 hari sehingga metode yang dipelajari menjadi kurang dan pelatihan mulai jam 07.30 sampai jam 17.30 wib, Masih rendahnya SDM mahasiswa (faktor input) dalam baca tulis al-Qur’an, Kurang selektifnya penjaringan calon mahasiswa  dalam program penerimaan mahasiswa baru, terlebih program SPAN-PTIKN yang tidak mensyaratkan kemampuan BTQ dalam persyaratannya, Adanya perbedaan cara dan materi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah BTQ pada jurusan PAI antar kelas sehingga menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal, Kurang disiplinnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an, Belum ada pembinaan lanjutan Qiro’a dan Qiroatul Sab’ah bagi yang sudah bisa membaca al Qur’an, Belum ada pembinaan lanjutan bagai mahasiswa dalam menulis ayat- ayat pendek maupun Kaligrafi. 

Berdasar pada data yang peneliti peroleh di lapangan dan pada analisis yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa: Terdapat relevansi materi antara pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dan UPI hal ini terlihat dari materi tajwid yang diajarkan terdapat pada silabus, Implementasi Pembinaan  Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dilaksanakan pada semester 2, sedangkan pada UPI dilaksanakan pada semester 1 dan 2 dengan jumlah tatap muka sebanyak 16 kali pertemuan dengan durasi pertemuan 100 menit untuk BTQ di Jurusan PAI dan 90 menit untuk BTQ pada UPI, Faktor pendukung kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an meliputi; a) Tersedianya tenaga dosen di Jurusan PAI yang ahli dibidangnya (Qiratul Sab’ah). b) Tersedianya Tutor BTQ (UPI) yang ahli dibidangnya. c)Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai sehingga dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an. d) Dukungan lembaga melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bidang tahfidz Qur’an. e) Dukungan lembaga dalam mendelegasikan Qiroatul Qur’an maupun Sab’ah serta tahfdz Qur’an dalam MTQ. f) Di dalam mata kuliah BTQ diajari menulis kaligrafi, membaca bersama-sama hafalan, dan dapat memahami tentang ilmu tajwid. g) Mahasiswa yang tidak pernah menghafal Al Quran jadi terpaksa menghafal, ditambah lagi mahasiswa jadi lebih mengerti tentang hafalan shalat, Sedangkan faktor penghambatnya; a) jumlah tatap muka dan durasi pembinaan sangat minim, Jumlah pertemuan pembinaan baca tulis al-Qur’an sangat minim, yakni hanya 16 kali pertemuan dengan durasi yang sangat pendek (90 menit pembinaan di UPI dan 100 menit pembinaan BTQ di jurusan PAI). b) Belum adanya silabus UPI yang dibagikan ke mahasiswa dan mahasiswa hanya dikasih secara lisan target yang harus dicapai dari UPI. c)Pelatihan tutor terlalu singkat yaitu hanya 1 hari sehingga metode yang dipelajari menjadi kurang dan pelatihan mulai jam 07.30 sampai jam 17.30 wib. d) Masih rendahnya SDM mahasiswa (faktor input) dalam baca tulis al-Qur’an. e) Kurang selektifnya penjaringan calon mahasiswa  dalam program penerimaan mahasiswa baru, terlebih program SPAN-PTIKN yang tidak mensyaratkan kemampuan BTQ dalam persyaratannya. f) Adanya perbedaan cara dan materi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah BTQ pada jurusan PAI antar kelas sehingga menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal. g)Kurang disiplinnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an. h) Belum ada pembinaan lanjutan Qiro’a dan Qiroatul Sab’ah bagi yang sudah bisa membaca al Qur’an. I)Belum ada pembinaan lanjutan bagai mahasiswa dalam menulis ayat- ayat pendek maupun Kaligrafi. 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Referensi

Aminudin, Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum, Bogor: Ghalia Indonesia, 2005.
Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Cet. 11, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.
Cholid Narbuko, Abu Achmadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1995.
Dokumen Kerja Pengembangan/Penyempurnaan Kurikulum Program Studi S-1 Pendidikan Agama Islam Tahun 2018.
Djam’an Satori, Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. 4, Bandung: Alfabeta, 2012.
Farida Rahim, Pengajaran membaca di sekolah dasar, Jakarta:Bumi Aksara, 2008.
Fatahuddin, Pedoman Pengajaran Membaca dan Menulis Huruf Al-Qur’an, Serajaya, Jakarta, cet.ke-7, 1983.
John W. Creswell, Research Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed), diterjemahkan oleh Achmad Fawaid, dari judul asli Research Design (Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches. Third Edition), Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Kadar M. Yusuf, Studi Al-Quran, Jakarta: Amzah, 2010.
Kurikulum dan Silabus Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro.
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.
M. Quraish Shihab, Sejarah dan Ulum Al-Qur’an, Jakarta: Pusataka Firdaus, 2008.
M. Syakur, Ulum al-Qur’an, Semarang: PKPI2 – Universitas Wahid Hasyim, 2001.
M. Yusuf Qardhawi, Kaifa Nata’amalu ma’al Qur’an, terj. Kathur Suhaidi, Jakarta: Al- Kaustar, 2003.
Munawir, Pengaruh Pemberian Motivasi Terhadap Semangat Hafalan Al-Qur’an Siswi Kelas X Agama 2 Madrasah Aliyah Al-Amiriyyah Blokagung Banyuwangi Tahun Ajaran 2016/2017, Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. IX, No 1: 122-147. September 2017. ISSN: 1978-4767
Mustopa, Keragaman Qiraat dalam Mushaf Kuno Nusantara (Studi Mushaf Kuno Sultan Ternate), SUHUF Jurnal Pengkajian Al-Qur’an dan Budaya, Vol 7 No 2, November 2014.
Muzakkir, KEUTAMAAN BELAJAR DAN MENGAJARKAN AL-QUR’AN: Metode Maudhu’i dalam Perspektif Hadis, Jurnal Lentera Pendidikan, Vo. 18 No. 1 Tahun 2015.
Panduan BBQ (Bimbingan Baca Tulis al-Qur’an) Unit Pengembangan ke-Islaman IAIN Metro.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2012.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Sukardi, Metodologi Penelitian, Jakarta: Ramayana Press, 2009.
Supriyanto, Didik. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 2, No. 1 (March 21, 2015): 70-84
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Yogyakarta: BumiAksara, 2003.
S. Nasution. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara, 2011
Syaikh Manna’ Al-qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2006.
Diterbitkan
2020-03-31
Bentuk Sitasi
Ali, Muhammad, and Andree Kurniawan. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 7, no. 1 (March 31, 2020): 46-58. Accessed August 7, 2020. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/606.
Section
Articles