Internalisasi Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Adat Kampung Naga
DOI:
https://doi.org/10.69896/modeling.v11i1.2555Keywords:
Internalisasi, Pendidikan Agama Islam, MasyarakatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang internalisasi pendidikan agama Islam pada masyarakat adat yang ada di kampong Naga, Tasikmalaya. Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang cukup memperihatinkan. Karakter moral bangsa yang sudah dibangun oleh pendahulu bangsa seakan-akan mulai rapuh dan terkikis, karakter bangsa yang penuh dengan kearifan serta bermoral telah lama jarang terlihat. Kenyataannya sekarang bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri bangsa dengan adanya beberapa kasus kekerasan, aksi anarkis, korupsi, penggelapan pajak, pembunuhan, kejahatan seksual, penjarahan, teror bom, tawuran dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif analitik. Lokus penelitian ini adalah Kampung adat Naga Tasikmalaya. Adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: pertama, Ada beberapa budaya masyarakat Kampung Naga, yang masih dijalankan oleh generasinya. kemudian Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam adat istiadat yaitu nilai-nilai keimanan, nilai-nilai ibadah dan nilai akhlak, internalisasi nilai dilakukan melalui pertama adanya proses pembelajaran nilai melalui penyampaian informasi oleh pengurus adat kepada generasi penerusnya Kedua penyampain secara mendalam terhadap tradisi di rumah masing masing oleh orang tua kepada anak-anaknya, Ketiga adanya pelestarian pelaksanaan upacara Adat secara berkesinambungan dari generasi ke genarasi.
Downloads
References
Arief, Armai. Pengantar ilmu dan metodologi pendidikan Islam. Ciputat Pers, 2002.
Creswell, John W. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Pearson/Merrill Prentice Hall, 2008.
Darajat, Zakiyah, and dkk. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Fuad, Ihsan. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Hafid, Anwar, and Dkk. Konsep Dasar Ilmu Kependidikan. Bandung: Alfabeta, 2013.
Haris, Muawir. “Agama Dan Keberagaman?: Sebuah Klarifikasi Untuk Empati.” Tasamuh: Jurnal Studi Islam 9, no. 2 (September 4, 2017): 523–44.
Hastati, Nurhasanah. “NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM ADAT ISTIADAT MASYARAKAT REJANG.” An-Nizom?: Jurnal Penelitian Manajemen Pendidikan Islam 4, no. 2 (August 7, 2019). https://doi.org/10.29300/nz.v4i2.2079.
“Kebudayaan_dan_agama,_Clifford_Geertz.Pdf,” n.d.
Megawangi, Ratna. Pendidikan Karakter; Solusi Yang Tepat Untuk Membangun Bangsa. Bogor: Indonesia Heritage Foundation, 2004.
Muhaimin. Paradigma pendidikan Islam: upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Remaja Rosdakarya, 2001.
Seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, pendirian NKRI memiliki empat tujuan berikut?: (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) memajukan kesejahteraan umum; (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Tujuan ketiga paling erat terkait dengan pendidikan, dan merupakan tujuan paling dasar; jika tujuan tersebtu telah tercapai, maka tujuan-tujuan lainnya akan dengan mudah tercapai pula., n.d.
“UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003,” n.d.
Wawancara dengan Ade Suherlin, n.d.
Wawancara dengan Bapak Ucu Suherlan, n.d.
Wawancara dengan Danu di Mesjid kampung naga, n.d.
Wawancara dengan pengurus adat, n.d.







