Membangun Generasi Emas: Implikasi Kurikulum Finlandia dan Korea Selatan untuk Pendidikan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69896/modeling.v13i1.3121Keywords:
komparasi kurikulum, korea selatan, kurikulum merdeka, computational thinking, kualitas guruAbstract
Penelitian studi literatur sistematis ini menganalisis model kurikulum dan strategi pembelajaran di Finlandia dan Korea Selatan untuk merumuskan implikasi kebijakan bagi penguatan implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan dasar Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif tinjauan literatur, data dikumpulkan dari jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan dalam rentang waktu 2019-2024. Hasil komparasi menunjukkan adanya dualisme filosofis: Finlandia memprioritaskan kesejahteraan (well-being) siswa, kesetaraan, dan otonomi guru dengan mengurangi beban belajar , sementara Korea Selatan fokus pada kompetensi spesifik dan kesiapan kerja (job readiness) sebagai respons pragmatis terhadap tuntutan ekonomi. Meskipun Kurikulum Merdeka di Indonesia dinilai efektif untuk memperkuat keterampilan abad ke-21, tantangan struktural utamanya adalah kesenjangan kualitas dan pemerataan kompetensi guru serta disparitas regional. Implikasi kebijakan yang disarankan adalah : (1) Peningkatan kualitas dan otonomi guru secara komprehensif sebagai strategi utama. (2) Kurikulum Merdeka perlu menyeimbangkan fokus holistik (well-being) Finlandia dengan adopsi sistematis pada kesiapan kerja Korea Selatan. (3) Mengkonkretkan literasi digital melalui praktik seperti integrasi Computational Thinking (CT) yang diadopsi dari model Finlandia. Rekomendasi ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan dan memperkuat Kurikulum Merdeka.
Downloads
References
Dai, Y., Chai, C.-S., Lin, P.-Y., Jong, M. S.-Y., Guo, Y., & Qin, J. (2020). Promoting students' well-being by developing their readiness for the artificial intelligence age. Sustainability, 12(16), 6597.
Fagerlund, J., Häkkinen, P., Vesisenaho, M., & Viiri, J. (2021). Computational thinking in programming with Scratch in primary schools: A systematic review. Computational Applications in Engineering Education, 29(1), 12–28.
Fitria, E. (2024). Komparasi sistem pendidikan Finlandia dan Singapura: Studi dalam meningkatkan reputasi sistem pendidikan di Indonesia. Jurnal Genesis Indonesia, 3(01), 34–48.
Ibad, T. N., Oktori, A. R., Wahidah, F., & Prasetyo, S. (n.d.). Kurikulum dan pendidikan: Kajian konseptual pembelajaran Science di Madrasah Ibtidaiyah Indonesia dan sekolah dasar negara maju. [Administrator, Agus Riyan Publish.pdf]
Mongkau, J. G., & Pangkey, R. D. H. (2024). Kurikulum Merdeka: Memperkuat keterampilan abad 21 untuk generasi emas. Journal on Education, 6(04), 22018–22030.
Oliver, M. (2020). De Finlandia a Nueva Zelanda. Las artes en educación infantil. Arte, Individuo y Sociedad, 32(2), 467–484.
Ratnawati, D., Kusumaningrum, K. D., & Muhtarom, T. (2024). Analisis perbandingan komparasi pendidikan negara maju untuk kemajuan pendidikan sekolah dasar di Indonesia. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 2(3), 110–118.
Sangwanglao, J. (2024). Competency-based education reform of Thailand’s basic education system: A policy review. ECNU Review of Education, 0(0), 1–13.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukma, H. R., Hufad, A., & Sulistiono, E. (2024). Analisis perbandingan kurikulum pendidikan Korea Selatan dan Indonesia. Journal on Education, 6(02), 12746–12754.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Reza Yogaswara, Riki Renaldo, Leny Farinawati, Nanang Rianto, Narti Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







