Kesantunan Ujaran Dwibahasawan Jawa-Indonesia Siswa SDN Ngadas 2 Malang

Authors

  • Mohammad Setyo Wardono Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v10i1.1708

Keywords:

Dwibahasawan, Kesantunan Ujaran, Sekolah Dasar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kesantunan ujaran dwibahasawan peserta didik, serta prinsip kesantunan dalam interaksi siswa di SDN Ngadas 2 Malang. Hasil yang telah diteliti mendapatkan empat prinsip tindak ujar kesantunan dalam berbahasa, antara lain maksim kurmat, maksim andhap asor, maksim ampan papan, dan maksim tepa selira. Secara umum tindak tepa selira cenderung menempatkan status sosial dan kekuasaan penutur lebih rendah daripada petutur yang lebih rendah status dan kekuasaannya. Terdapat tiga konsep yang mendasari berbahasa santun dalam lingkungan masyarakat SDN Ngadas 2 malang adalah pertama, konsep ujaran ketidaklangsungan menjadi tema yang mendominasi mereka, karena berada dalam lingkungan dengan masyarakat tempat tinggal yang berbudaya asli Jawa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiati. (2015). Santun berbahasa Indonesia. An Nuha, 2(1).
Bjorklund, C., & Samuelsson, I. P. (2013). Early Child Development and Care Challenges of teaching mathematics within the frame of a story – a case study. (February 2015), 37–41. https://doi.org/10.1080/03004430.2012.728593
Chaer, A. (2005). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik (Perkenalan Awal). Jakarta: Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2009). Research Design. California: SAGE Publications, Inc.
Gooch, D., Maydew, H., Sears, C., & Norbury, C. F. (2017). Does a child’s language ability affect the correspondence between parent and teacher ratings of ADHD symptoms ? 1–10. https://doi.org/10.1186/s12888-017-1300-8
Kusno, A. (2014). Kesantunan Bertutur Oleh Orang Tua Kepada Anak Di Lingkungan Rumah Tangga. Dinamika Ilmu, 14(1), 13–26.
Leech, G. (1996). Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: UI Pers.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Muhammad Sukri, S. M. (2016). Kesantunan Berbahasa Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah: Kajian Berdasarkan Pragmatik. Kajian Pragmatik Dalam Berbagai Bidang, 5, 1–8.
Poedjosoedarmo, S. (1979). Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Pranowo. (2009). Berbahasa Santun. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Rukni, S. (2014). Kesantunan berbahasa dalam pembelajaran di kelas. Pendidikan, 5, 169–185.
Setyawati, R. (2013). Kesantunan Berbahasa Indonesia Dalam Berinteraksi Belajar. Belajar Mengajar, 3.
Sugiyono. (2016). Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supratman. (2015). Kesantunan Berbahasa Indonesia Santri Dalam Pergaulan di Lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makasar. Pragmatik, Maksim Kesantunan, Dan Wujud Kesantunan Impratif., 4(6).
Tobing, R. L. (2015). Tingkat Tutur Dalam Budaya Jawa dan Batak. Analisis Sosiopragmatik, 14.

Downloads

Published

28-03-2023

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Kesantunan Ujaran Dwibahasawan Jawa-Indonesia Siswa SDN Ngadas 2 Malang”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 10, no. 1 (March 28, 2023): 341–352. Accessed May 7, 2026. https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/1708.

Similar Articles

1-10 of 350

You may also start an advanced similarity search for this article.