Formulasi Pendidikan Multikultural Transformatif dalam Bingkai Filsafat Rekonstruksi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.69896/modeling.v12i1.2951Keywords:
Pendidikan Multikultural Transformatif, Bingkai Filsafat Rekonstruksi Sosial, Resolusi Konflik Berbasis IdentitasAbstract
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan peta konflik identitas di Indonesia, konsep dasar pendidikan multikultural, pendidikan multikultural menurut Islam, dan formulasi pendidikan multikultural transformatif dalam bingkai filsafat rekonstruksi sosial meliputi landasan filosofis, psikologis, dan pedagogis, dalam rangka menghasilkan model desain pendidikan multikultural yang cocok untuk Indonesia. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan metode deskriptif-analitik.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Faktor penyebab konflik berbasis identitas di Indonesia, selain karena dipicu oleh kelompok-kelompok kecil yang mengambil keuntungan dari pertikaian antarwarga, juga karena jaminan kesetaraan dan kesatuan antaranggota masyarakat dalam dasar filsafat dan konstitusi negara, belum secara otomatis dapat menekan potensi konflik dalam masyarakat Indonesia, atau menciptakan masyarakat multikultural yang demokratis, adil, dan inklusif; (2) Pendidikan multikultural menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia baru. Ia menempati tempat yang sangat sentral untuk membangun masyarakat demokratis. Model pendidikan multikultural di Indonesia harus berdasar Pancasila yang telah disepakati para pendiri bangsa sebagai jaminan NKRI. Model pendidikan multikultural di Indonesia harus didasarkan pada kondisi perkembangan sosial politik, ekonomi dan budaya Indonesia, bukan hasil adopsi pendidikan multikultural bangsa lain; (3) Praktik multikulturalisme dalam Islam dapat dilihat secara legal-formal dalam suatu dokumen yang dikenal dengan "Piagam Madinah". Perjanjian dalam dokumen tersebut merupakan “Kesepakatan Tripartit” antara Muhajirin atau imigran Mekkah, Anshor atau penganut Islam Madinah, dan orang-orang Yahudi. Pandangan Islam tentang keragaman diletakkan sebagai pandangan moral atas dua tataran, yakni: Pertama, Penghargaan atas akal budi. Al-Quran menegaskan betapa pentingnya akal budi bagi manusia. Menjadi seorang Muslim adalah persoalan pilihan hidup dan pengambilan tanggung jawab, "tidak ada paksaan dalam agama”. Demikian juga untuk menjadi manusia yang baik atau buruk terletak pada kehendak akal budi; Kedua, penerimaan sosial nilai-nilai Islam sejalan dengan pemahaman dari beragam individu dan komunitas; dialektika sosial menjadikan nilai etik Islam berkembang dan diterapkan oleh masyarakat. (4) Pendidikan Multikultural Transformatif merupakan pendidikan yang diperlukan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan masyarakat multikultural saat ini dan masa datang. Pendidikan multikultural merupakan keharusan yang mutlak ada dalam konteks sosial politik dan ekonomi bangsa Indonesia saat ini baik dalam tataran nasional maupun global. Pendidikan Multikultural Transformatif dikembangkan dari tiga konsepsi dasar yaitu konsepsi diri, konsepsi budaya, dan konsepsi bernegara yang semuanya berakar pada Dasar Filsafat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsepsi ini dikembangkan lagi menjadi nilai inti (core values) yang menjadi patokan pengembangan tujuan, kompetensi, proses, materi, dan evaluasi dalam pendidikan multikultural. Nilai-nilai inti tersebut adalah: “Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tanggung jawab terhadap negara kesatuan, penghargaan dan penerimaan terhadap keragaman budaya, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan menghormati martabat manusia dan hak azasi manusia
Downloads
References
Ahimsa-Putra, Heddy Shri, “Indonesia: Cultural Pluralism Without Multiculturalism?” Paper presented in International Seminar, Multicultural Education: Cross Cultural Understanding for Democracy and Justice (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, Agustus 27-28, 2005).
Al Qadrie, Syarif Ibrahim, "Faktor-faktor Penyebab Konflik Etnis, Identitas dan Kesadaran Etnis, serta Indikasi kearah Proses Disintegrasi di Kalimantan Barat", dalam INIS (ed), Konflik Komunal di Indonesia Saat ini, (Leiden-Jakarta: Seri INIS 41, 2003, 2003).
al-Hadar, Smith, “Kekerasan di Maluku: Produk Sejarah Kolonial”, Republika (27 September 1999); Syarif Ibrahim Al Qadrie, “Konflik Etnis di Ambon dan Sambas. Suatu Tinjuan Sosiologis”, Antropologi Indonesia, 58. 1999.
Ali, Mursyid, "Konflik Sosial Bemuansa Agama: Studi Kasus Tentang Tragedi Poso", dalam Balitbang Depag RI (ed), Konflik Sosial Bernuansa Agama di Indonesia, Seri II. (Jakarta: Departemen Agama RI, 2003).
Al Umary, Akram Diya, “Madinan Society at the Time of the Prophet”, dalam The International Institute of Islamic Thought, Vol. 1 (Herndon, Virginia: International Graphics, 1991).
Aly, K., Sejarah Islam (Tarikh Pra Modern) (Jakarta: Srigunting, 1996).
Aragon, Lorraine, “Can Central Sulawesi Christians and Muslims Get Along? An Analysis of Indonesian Regional Conflict”. Antropologi Indonesia 63, 2000.
Arraiyah, Hamdar, "Peta Kerukunan Umat Beragama di Propinsi Sulawesi Tengah", dalam Balitbang Depag RI (ed), Riuh di Beranda Satu. Peta Kerukunan Umat Beragama di Indonesia (Jakarta: Balitbang Departemen Agama RI, 2003).
Banks, James, "Multicultural Education: Its Effects on Student's Radal and GenderAttitudes", dalam James Shaver (ed), Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning (New York: Macmillan Publishing Company, 1991).
______, Educating citizens in A Multicultural Society (New York: Allyn & Bacon, 1997).
______, Teaching Strategies for Ethnic Studies (Boston: Allyn and Bacon Inc., 1987).
Bennet, Christine, Comprehensive Multicultural Education: Theory and Practice. .3rd editiion (New York: Allyn and Bacon, 1995).
Billings, Gloria, "Put Up or Shut Up: The Challenge of Moving from Critical Theory to Critical Pedagogy", dalam Hursh, David & Ross, E Wayne (eds), Democratic Social Education (New York. Falmer Press, 2000).
Borradori, Giovanna, Filsafat Dalam Masa Teror: Dialog dengan Jurgen Habermas dan Jacques Derrida (Edisi Terjemahan, Alfons Taryadi) (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2003).
Boutte, Gloria, Multicultural education. Raising Consciousness (AS: United Status of America, 1998).
Brameld, Theodore, Philosophies of Education in Cultural Perspective (NewYork: Holt, Rinehart and Winston, 1955).
Brosio, Richard, Philosophical Scaffolding for the Construction of Critical Democratic Education (New York: Peter Lang, 2000).
Bruner, Jerome, Acts of Meaning (Cambridge: Harvard University Press, 1990).
Bubandt, Nils, “Conspiracy Theories, Apocalyptic Narrative and the Discursive Construction of the Violence in Maluku”, dalam Antropologi Indonesia, No. 63, 2000: 15-33.
Burnett, Gary, Varieties of Multicultural Education: an Introduction, dalam http://eric-web.tc.columbia.edu/dioests/dio98.html, (5 Nopember 2016).
Colombijn, Freek, "Budaya Praktik Kekerasan di Indonesia. Pelajaran dari Sejarah", dalam Dewi Fortuna Anwar, dkk (eds), Konflik Kekerasan Internal Tinjauan Sejarah, Ekonomi-Politik dan Kebijakan di Asia Pasifik (Jakarta; Yayasan Obor-LIPI, 2005).
Darmaputera, Eka, Pancasila Identitas dan Modernitas (Jakarta: BPK, 1987).
Driscoll, Marcy, Psychology of Learning for Instruction (Boston: Allyn and Bacon, 2000).
Efendy, Muhadjir, Masyarakat Equllibirium (Jogjakarta: Bentang & Resist, 2002).
Emerick, Yahiya, The Life and Work of Muhammad, (Indianapolis, IN: A Pearson Education Company, 2002).
Fakih, Mansoer, Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi (Yogjakarta: INSIST Press dan Pustaka Pelajar, 2002).
Freire, Paulo, The Paulo Freire Readers, edited by Ana Maria Freire & Donaldo Macedo (New York: Continuum International Publication, 1998).
Gay, Geneva, a Synthesis of Scholarship in Multicultural Education, 1994, dalam www.ncrlorg/sdrs/areas/issues/educators, (3 Nopember 2016).
Gaylord, Wendy, Believe and Attitudes of Civic Education Teacher Educators (and secondary School Teachers) in Padang (Unpublished paper prepared for writing a dissertation at Indiana State University, USA, 2003).
Giroux, Henry, Pedagogy and the Politics of Hope: Theory, Culture, and Schooling (Colorado: Westview Press, 1997).
Gorski, Paul & Bob Covert, Defining Multicultural Education, 1996, dalam www.edchange. org/multicultural (3 Nopember 2016).
Gorski, Paul, A Working Definition of Multicultural Education, tahun 2000, dalam www.edchange.orgimulticultural (3 Nopember 2016).
Grant, Carl & Christine Sleeter, "Race, Class, Gender, and Disability in the Classroom", dalam Banks & Banks (eds), Multicultural Education: Issues and Perspectives (Boston: Allyn and Bacon, 1997).
Gutman, Amy, Democratic Education (New Jersey: Princeton University Press, 1987).
Habermas, Jurgen, "The Public Sphere", dalam Goodin & Pettit (eds), Contemporary Political Philosophy (Cambridge: Blackwell Publishers, 1997).
Hanafi, Hasan, "Konsep-Konsep Alternatif Civil Society: Sebuah Pendekatan Islam Reflektif", dalam Sohail Hashmi (ed), Etika Politik Islam, Civil Society, Pluralisme, dan Konflik. (edisi terjemahan) (Jakarta: ICIP, 2005).
Haqq, Ismat Abdal, Culturally Responsive Curriculum, dalam ERIC Document Nu. 37096, 1994.
Hardiman, F. Budi, Menuju Masyarakat Komunikasi Ilmu Masyarakat, Politik, dan Postmodemisme menurut Jurgen Habermas (Yogjakarta: Yayasan Kanisius, 1993).
Hegel, Frederick, “The Philosophy of History” (1956), edisi terjemahan, Filsafat Sejarah (Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 2001).
Horowitz, Donald L., Paper prepared for the Annual World Bank Conference on Development Economics (Washington, D.C., April 20–21, 1998).
Howard, Gary, We Can't Teach What We Don't Know: White Teachers, Multiracial Schools (New York: Teachers College, Columbia University, 1999).
Human Development Report 2004. Cultural Liberty in Today’s Diverse World (Carfax Publishing, Taylor and Francis Ltd.), dalam journals.orders@tandf.co.uk atau website: www.tandf.co.uk/journals.
Irianto, Sulistiyowati, “Multikulturalisme dalam Perspektif Hukum Masyarakat Indonesia”, dalam Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Jilid XXIX, No 1, 2003.
Kim, Hyung-Jun, “Islamic development and Changing Muslim-Christian Relations in Indonesia: Seen from the Ways of Religious Clashes in Maluku are Interpreted”, Paper Presented at ...7rd International Symposium of the Journal Antropologi Indonesia, (Padang West Sumatera: Universitas Andalas, 2001).
Klinken, Gerry Van, "Pelaku Baru, Identitas Baru Kekerasan Antar Suku Pada Masa Pasca Suharto", dalam Dewi Fortuna Anwar, dkk (eds), Konflik Kekerasan Internal: Tinjuan Sejarah Ekonomi-Politik dan Kebijakan di Asia Pasifik (UPI-Indonesia: Yayasan Obor, 2005).
Kymlicka, Will, Kewargaan Multikultural (edisi terjemahan) (Jakarta: LP3S, 2002-3).
Lankard, Bettina, Cultural Diversity and Teamwork. ERIC Digest no 152. ED377311, 1994.
Lie, Anita, “Mengembangkan Model Pendidikan Multikultural”, Kompas (1 September 2006).
Makarim, Nono Anwar, "Pemerintahan yang Lemah dan Konflik”, dalam Dewi Fortuna Anwar, dkk (eds) Konflik Kekerasan Internal. Tinjauan Sejarah, Ekonomi-Politik dan Kebijakan di Asia Pasifik (Jakarta: Yayasan Obor-LIPI, 2005).
Massaro, Tonie, Constitutional Literacy. A Core Curriculum for a Multicultural Nation (Durham and London: Duke University Press, 1993).
Masud, Muhammad Khalid, “The Scope of Pluralism in Islamic Moral Tradition" dalam Hashmi Sohail (ed), Islamic Political Ethics: Civil Society, Pluralism, and Conflict (Princeton and Oxford: Princeton University Press, 2001).
McChesney, Robert, Journalism, Democracy, and Class Struggle, (Monthly Review Vol. 52 No. 6 November 2000). DOI: https://doi.org/10.14452/MR-052-06-2000-10_1
McLaren, Peter, Life in Schools: An Introduction to Critical Pedagogy, dalam the Foundation of Education (New York: Peter Lang, 1998).
Mooradian, Moorad, The Meaning of Ethnic Identity, Vol. 2, No. 9 (Winter: The Pacific American Review, 1996).
Mulkan, Abdul Munir, Kesalehan Multikultural (Jakarta: Pusat Studi Agama dan Peradaban, 2005).
Nieto, Sonia, Affirming Diversity: The Sociopolitical Context of Multicultural Education (New York: Longman, 1992).
Nieto, Sonia, The Light in Their Eyes: Cleating Multicultural teaming Communities (New York: Teacher College, Columbia University, 1999).
Noel, Jana, Notable Selections Multicultural Education (United States of America, 2000).
Notonagoro, Pancasila Secara Ilmiah Populer (Jakarta: Pantjuran Tudjuh, 1981).
Nugroho, Riant, Pendidikan Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).
Ornstein, Man & Daniel Levine, An Introduction to Foundations of Education (New Jersey: Houghton Mifflin Company, 1984).
Patrick, John, "Concepts at the Core of Education-for Democratic Citizenship", dalam Charles Bahmueller & John Patrick (eds) Principles and Practices of Education for Democratic citizenship: (Indiaria polls, IN: ERIC Clearinghouse, 1999).
Pattyselanno, J.Th.F, “Tradisi Uli, Pela, dan Gandong pada Masyarakat Seram, Ambon, dan Uliase” Antropologi Indonesia, Th. XXIII, No. 58 Januari-April 1999.
Premdas, Ralph, “Public Policy and Ethnic Conflict. Management of Social Transfromation, dalam discussion paper series No. 12, dalam www.unesco.org/most/premdas, (3 Nopember 2016).
Ratnawati, Tri, "Mencari kedamalan di Maluku. Suatu Pendekatan Historis Politis", dalam INIS (ed), Konflik Komunitas di Indonesia saat ini, Seri INIS:41, (Leiden-Jakarta, 2003).
Risalah Sidang BPUPKI/PPKI th 1945 dikeluarkan Oleh SETNEG RI, 1995.
Semiawan, Cony, "The Challenge of a Multicultural Education in a Pluralistic Society: The Indonesian Case”, dalam Kamanto Sunarto Cs. (eds), Multicultural Education in Indonesia and South East Asia (Depok-Jakarta: Jurnal Antropologi Indonesia, 2004).
Siddiqi, Abdul Hamid, Sirah Nabi Muhammad SAW (Delhi: Righway Publications, 2001).
Stanley, William, “Curriculum and the Social Order”, dalam Hursh & Rush (eds), Democratic Social Education (New York: Falmer Press, 2000).
Stewart, Frances, "Sebab-Sebab Dasar Sosial Ekonomi dan Konflik Politik dengan Kekerasan", dalam Anwar, Dewi Fortuna dkk (eds), Konflik Kekerasan Internal. Tinjauan Sejarah, Ekonomi Politik dan Kebijakan di Asia Pasifik (Jakarta: Yayasan Obor-UPI, 2005).
Suseno, Franz Magnis, "Faktor-faktor yang Melandasi Terjadinya Konflik Antar Etnis dan Agama di Indonesia, dalam INIS (ed). Konflik Komunal di Indonesia Saat Ini (Leiden-Jakarta: Seri INIS: 41, 2003).
Suwarma, Al-Muchtar, Revitalisasi Etika Demokrasi Dalam Mencerdaskan Kehidupan Poiitik Bangsa, (Garut: Orasi Ilmiah Wisuda STKIP dan AMIK, 2002).
Syahid, A., Pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Rancangan Pembelajaran Dengan Menerapkan Model Elaborasi (UM: PPS, 2003).
Thoha, Anis Malik, Tren Pluralisme Agama: Tinjauan Kritis (Jakarta: Perspektif Gema Insani, 2005).
Thufail, Fadjar, “Riot Narrative: Public Sphere, Pragmatism, and (Multi) Cultural Politics”. Antropologi Indonesia, Thn XXVIII. No. 75, September¬-Desember 2004: 69-79.
Tilaar, H.A.R., Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang: Indonesiatera, 2003).
Tim Peneliti FISIPOL Universitas Tanjungpura, Pertikaian Antara Komunitas Madura Kalbar dengan Komunitas Dayak tahun 1996/1997 dan Antara Komunitas Madura Sambas dengan Komunitas Melayu Sambas tahun 1998/1999, (Pontianak: Yayasan Iimu-Ilmu Sosial Jakarta-FISIPOL UNTAN, 2000).
Varshney, Ashutosh, Ethnic Conflict and Civic Life (New Haven & London: Yale University Press, 2002).
Vygotsky, Mind in Society (Cambridge: Harvard University Press, 1978).
Webb, Michael, Multicultural Education in Elementary and Secondary Schools, dalam ERIC Digest (ED327613).
Wertsch, James, Vygotsky and the Social Formation of Mind (Cambridge: Harvard University Press, 1985).
Wiriaatmadja, Rochiati, Pendidikan Sejarah di Indonesia: Perspektif Lokal, Nasional, dan Global (Bandung: Rizki Offset, 2002).
Zamroni, Pendidikan Untuk Demokrasi (Yogyakarta: Bigraf Publishing, 2007).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Purwanto Purwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







