Model Pembiasaan Karakter Tanggung Jawab dan Kemandirian pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina II Pungging Mojokerto

Authors

  • Khoirun Ni’mah Universitas Negeri Surabaya
  • Wahyu Sukartiningsih Universitas Negeri Surabaya
  • Eko Darminto Universitas Negeri Surabaya
  • Agung Purwono Institut KH Abdul Chalim Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.69896/modeling.v9i1.1156

Keywords:

Model pembiasaan karakter, Tanggung jawab, Kemandirian

Abstract

Sikap tanggung jawab dan mandiri merupakan karakter yang perlu dikembangkan sejak dini karena anak mulai memasuki lingkungan baru. Karena itu penting bagi guru dan orang tua untuk bekerja sama dalam mengembangkan karakter tersebut. Guru mengembangkan 2 karakter tersebut dengan pembiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi dan wawancara. Subyek penelitian: guru, orang tua dan kelompok A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Metode yang digunakan guru dalam mengembangkan karakter tanggung jawab dan kemandirian kombinasi dari beberapa metode. (2) Metode pembiasaan ini diimplementasikan pada kegiatan anak-anak yang berlangsung setiap hari di sekolah. (3) Dalam pengembangan karakter tanggung jawab dan kemandirian terdapat perbedaan metode yang digunakan. Pada pengembangan karakter tanggung jawab guru menggunakan metode pembiasaan secara rutinitas, kegiatan terprogram, kegiatan spontan dan keteladanan sedangkan pada pengembangan karakter kemandirian guru menggunakan metode pembiasaan dengan kegiatan terprogram dan kegiatan secara spontan. (4) Secara umum anak menyukai metode pembiasaan yang diterapkan oleh guru. (5) Hasil penerapan metode pembiasaan ketika disekolah anak-anak mulai dibiasakan belajar bertanggung jawab dan mandiri ketika mengerjakan tugas tetapi ketika dirumah hal ini belum berjalan sepenuhnya terkadang anak masih dibantu orang tuanya. (6) Dalam penerapan metode pembiasaan terdapat beberapa hambatan. Pertama, sikap anak-anak usia prasekolah yang masih labil dan suka meniru. Kedua, perbedaan kemampuan dan perkembangan anak. Ketiga, lingkungan rumah anak-anak juga membentuk karakter anak, jika lingkungan rumah tersebut baik maka karakter anak juga akan baik begitu juga sebaliknya. Keempat, terbatasnya waktu pertemuan tatap muka dikarenakan pandemi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, John W. 2013. Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih Di Antara Lima Pendekatan. Terjemahan A. Lintang Lazuardi. 2015. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Fadlillah, Muhammad & Lilif Mualifatu Khorida. 2013. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini: Konsep & Aplikasinya Dalam Paud. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Ibnatul, M. A. (2013). Pendidikan Nasionalisme melalui Pembiasaan di SD Negeri Kuningan 02 Semarang Utara. Jurnal. Semarang: Unnes.
Kamus Besar Bahasa Indonesia diperoleh dari https://kbbi.web.id/karakter.
Kementrian pendidikan dan kebudayaan. 2015. Pedoman Penanaman Sikap Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.
Nugraha, Ali, dkk. 2013. Kurikulum dan Bahan Belajar TK. Banten: Universitas Terbuka.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryana, Dadan. 2016. Pendidikan Anak Usia Dini: Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak. Jakarta: Kencana.
Susanto, Ahmad. 2014. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

30-03-2022

Issue

Section

Articles

How to Cite

“Model Pembiasaan Karakter Tanggung Jawab Dan Kemandirian Pada Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina II Pungging Mojokerto”. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 9, no. 1 (March 30, 2022): 160–181. Accessed April 18, 2026. https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/1156.

Similar Articles

1-10 of 262

You may also start an advanced similarity search for this article.